Radarlamteng.com, SEPUTIHRAMAN – Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto menghadiri launching program integrated farming oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Kampung Rukti Endah, Kecamatan Seputihraman, Jumat ( 25/10).
Acara tersebut juga dihadiri Anggota Baznas Pusat, Prof. Mundzir Suparta, M.A, anggota DPR RI Komang Koheri, jajaran kepala OPD Pemkab Lamteng dan Camat Seputihraman Eko Danarto.
Dalam kegiatan ini, juga diberikan bantuan secara simbolis berupa kambing ternak, sembako dan modal usaha penanaman sayur. Rinciannya, sebanyak 282 ekor kambing, 110 paket sembako dan 5 penerima modal usaha sayur.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Peternak Mustakhiq Baznas Pusat Ajat Sudrajat mengatakan bahwa misi utamanya adalah memberdayakan dan proteksi peternak serta petani. Dengan begitu, mereka bisa menghadapi permasalahannya, khususnya prasaranan atau sarana.
Lanjutnya, hal itu memiliki kepastian usaha resiko harga, kegagalan panen, praktek ekonomi dengan biaya tinggi dan antisipasi perubahan iklim. Dimana dengan Program Sistem Pertanian Terpadu (integrated farming system) adalah satu sistem mendaur ulang. Caranya, menggunakan tanaman maupun hewan sebagai mitra menciptakan suatu ekosistem.
“Kami berikan indukan sehingga nanti bisa dikembangkan. Semoga program ini bisa mengembangkan bidang pertanian dan peternakan di Lamteng,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto mengatakan bahwa program integrated farming adalah program yang sangat bermanfaat. Hal itu, merupakan solusi peningkatan kualitas mutu produksi pertanian baik secara kualitas dan kuantitas.
“Ini menjadi jawaban dalam upaya meningkatkan kesejahteraan para petani kita. Dimana bidang pertanian menjadi konsentrasi dari pemerintah daerah Lamteng. Mari bersama-sama kita bangun wilayah ini,” ujar Bupati.
Masih dikatakan Loekman, bahwa pihaknya mengklaim ada tim sosial di Lamteng. Mereka turun untuk menjemput bola masyarakat yang kurang mampu, sakit dan sebagainya.
Lebih lanjut, Loekman mengungkapkan bahwa di Lamteng masih banyak masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Oleh sebab itu, tim sosial yang dibentuk ini untuk memberikan pelayanan cepat.
Ketua Baznas Lampung Tengah Hi. Sutrisno mengatakan Baznas berinisiatif menjadi bagian dari solusi persoalan petani dan peternak. Program ini merupakan salah satu penyaluran zakat melalui integrated farming. (cw23/rid)
