Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH- Bersama ratusan Narapidana, Kepala Lapas Gunung Sugih, Syarpani melaksanakan Istighotsah dan Sholawat Nariyah, hal tersebut dilakukan guna memperingati Hari Santri Nasional 2019.
Dalam sambutannya, Kepala Lapas Gunung Sugih, Syarpani menyampaikan bahwa santri di lapas gunung sugih harus menjadi lebih baik, meskipun didalam lapas banyak keterbatasan.
“Meskipun dalam keterbatasan, kita harus menjadi orang yang lebih baik, bukan hanya untuk diri sendiri, namun juga untuk teman-teman sekitar, ajak untuk lebih baik lagi. Saat ini perkembangan blok santri didalam lapas sudah cukup baik dan harus lebih baik lagi setiap harinya, juga kita wajib mempertahankannya,” ujar Kalapas Syarpani (22/10/2019).
Ia menambahkan bahwa santri juga menjadi bagian dalam perjuangan bangsa Indonesia melawan kolonial Belanda dahulu. “Ada santri pada zaman dahulu yang menjadi kisah heroik ketika membunuh Brigjen Mallaby dan menghancurkan mobilnya dengan menaruh bom. Kejadian ini berlangsung di dekat Jembatan Merah, Surabaya,” paparnya.
Narapidana yang mengikuti kegiatan ini sangat anstusias menyimak apa yang dijelaskan oleh Ustadz Ansori selaku penceramah. Raut wajah penuh harap juga terlihat saat bersama-sama memanjatkan doa kepada Allah SWT untuk meminta pertolongan agar terbebas dari hal-hal yang buruk dan segala sesuatu yang membuat mereka berada didalam lapas seraya bersholawat.
“Kita bersyukur Kalapas sudah menyiapkan sarana dan prasarana bagi Santri Pondok Pesantren Al Furqon, Semoga Allah SWT mengabulkan doa kita, doa yang tulus dari hati ini agar setelah bebas santri lapas dapan berguna di masyarakat sebagai manusia produktif dalam mengisi kemerdekaan,”ujar Ustadz Ansori.(rls/cw26/gde)
