Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH – Perjalanan Muslimah (48) warga kurang mampu di Kampung Fajarbulan, Kecamatan Gunungsugih, Lampung Tengah untuk menjadi peserta Program Keluarga Harapan (PKH) harus dilalui dengan penuh perjuangan.
Langkah itu dimulai dengan mendatangi ke Dinas Sosial Lamteng. Yang cukup menguras waktu, ketika akan menemui aparatur kampung. Dia rela menunggu hingga malam hari di depan rumah Sekretaris Kampung Fajarbulan, Ganda.
Sebelum ke rumah sekretaris kampung, Muslimah terlebih dahulu menuju di kediaman Kepala Kampung (Kakam) Fajarbulan, Kasir.
Namun, di rumah Kakam Fajarbulan, Kasir tidak membuahkan hasil. Istri kakam memberi penjelasan bahwa tugas kakam telah dilemparkan kepada sekretaris kampung.
Muslimah keluarga kurang mampu. Suaminya Prayitno (51) hingga saat ini masih sering sakit-sakitan. Dia memiliki empat orang anak. Buah hati yang bungsu masih duduk di kelas 2 bangku sekolah dasar.
Muslimah mengatakan dirinya ingin sekali mendapat bantuan PKH itu. Tapi, dia mengaku bingung cara mengajukannya.
“Saya gak tau caranya Mas. Jadi, saya sampai sekarang belum mengajukan bantuan PKH ini,” katanya.
Muslimah menjelaskan bahwa dirinya saat ini menjadi tulang punggung keluarga. Sebab, suaminya sering sakit-sakitan.
“Kasihan suami saya sering sakit-sakitan. Sekarang ini, saya yang jadi tukang punggung keluarga,” katanya.
Usaha membuat makanan sekubal, lanjut Muslimah, menjadi penyambung hidup keluarganya. Dimana keuntungan yang diperoleh sangat minim.
“Usaha sekubal ini sampai mana Mas. Mungkin Mas bisa ngecek keuntungannya,” kata Muslimah kepada radarlamteng.com.
Muslimah menegaskan akan berjuang untuk keluarganya. Salah satunya agar mendapat bantuan PKH ini.
“Saya sangat mengharapkan bantuan PKH ini. Saya juga mohon kepada Pak Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto agar dipermudah pengajuan untuk keluarga saya. Sekali lagi saya mohon,” harapnya.
Sementara itu, Camat Gunungsugih Andi RPA dihubungi melalui sambungan telepon sedang diluar jangkauan. (cw23/rid)
