Radarlamteng.com, SEPUTIHBANYAK – Para “pelayan umat” di Lampung Tengah (Lamteng) menerima dana operasional tahun 2019. Mereka terdiri dari guru ngaji, marbot, modin, juru kunci makam, dan guru agama non formal.
Besaran yang diterima setiap orang yakni Rp1,2 juta. Dana tersebut mulai disalurkan pada Rabu (9/10/2019). Secara simbolis diserahkan Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto kepada perwakilan guru ngaji, marbot, modin, juru kunci makam dan guru agama non formal, di Masjid Agung Kecamatan Seputihbanyak.
Kepala Bagian Administrasi Kemasyarakatan Pemkab Lamteng Hi. Sunardi menjelaskan, jumlah penerima dana operasional dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.
“Tahun 2017, ada 3.139 orang. Tahun 2018, 4.377 orang dan tahun 2019, jumlah penerima sebanyak 5.598 orang. Mereka dari seluruh kampung yang ada di Lampung Tengah,” ujar Sunardi.
Dalam penyaluran secara simbolis, dibagi menjadi tiga titik. Wilayah timur di Seputihbanyak, wilayah tengah di Terbanggibesar dan wilayah barat di Padangratu.
“Untuk wilayah timur menjadi titik pertama. Akan dilanjutkan di wilayah barat dan tengah. Dana yang diterima, akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing penerima dana operasional,” jelasnya.
Sementara, Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto menyatakan, dana bantuan operasional tersebut merupakan bentuk nyata apresiasi Pemkab Lamteng kepada guru ngaji, modin, marbot, juru kunci makam dan guru agama non formal.
“Kami menyadari bahwa peranan mereka di tengah masyarakat sangat vital. Sebagai pelayan sekaligus pembimbing umat. Dana bantuan ini sebagai bentuk apresiasi kami sebagai pemda,” kata Loekman.
Pihaknya berharap para guru ngaji, modin, marbot, juru kunci makam dan guru agama non formal dapat terus berkiprah di tengah masyarakat.
Loekman menyatakan penerima dana operasional akan terus ditambah setiap tahunnya. “Insya Allah akan kami tambah sesuai dengan pendapatan daerah kita. Memang meski anggaran pemerintah terbatas, kami tetap menyisihkan untuk bapak-ibu semua,” tukas Loekman. (rls/rid)
