Radarlamteng.com, BANGUNREJO-Menutup peringatan tahun baru hijriah atau muharram 1441 hijriah, ribuan warga Kampung Purwodadi, Kecamatan Bangunrejo, Lampung Tengah (Lamteng), menggelar berbagai kegiatan religius yang dimulai dengan pengajian akbar, tausiah dan ditutup dengan pagelaran wayang kulit hingga pagi. Sekaligus HUT Kampung ke-63.
Dikatakan Pj Kepala Kampung (Kakam) Purwodadi, Eko Mardiansah, S.E, tahun baru islam ini merupakan momentum untuk memperbaiki diri, meninggalkan kebiasaan lama yang tidak berguna dan menguatkan komitmen untuk lebih baik di tahun mendatang. Kegiatan yang dipusatkan di halaman balai kampung cukup menarik perhatian masyarakat se kampung setempat.
”Kegiatan seperti ini biasa kami lakukan saat menyambut tahun baru islam, selain kegiatan religius atau pengajian akbar yang penceramahnya KH. Sutatsir, dari Kampung Pagelaran, Prengsewu. Juga ada pagelaran budaya wayang kulit dengan dalang Ki. Radiwan atau Lesus , dari Kampung Payungdadi, Kecamatan Pubian, Lamteng,” ujar Eko, kepada radarlamteng.com, saat ditemui diruang kerjanya, Senin (7/10/2019).
Sebagai bentuk rasa syukur, masyarakat Kampung Purwodadi dihibur dengan digelarnya pertunjukan wayang kulit semalam suntuk. Dengan dalang Ki Radiwan atau Lesus. Hal tersebut dilakukan untuk selalu menjaga budaya dimasyarakat Kampung Purwodadi yang mayoritas dari suku Jawa dan agar tidak kesenian seperti ini tidak punah.
“Tidak lupa juga ucapan terimakasih saya sampaikan kepada panitia, yang telah sukses menggelar kegiatan religius dan penampilan kesenian dalam rangka penutupan peringatan tahun baru islam. Semoga kegiatan seperti ini bisa berlanjut di tahun mendatang,” harap Eko.
Sementara Camat Bangunrejo, H. A Rahman, S.Pd, M.M, yang dalam kesempatan itu bisa hadir ditengah-tengah masyarakat Kampung Purwodadi mengatakan, sebagai generasi muda, kita jangan mengabaikan momen tahun baru islam ini untuk mengintropeksi diri menjadi lebih baik. Dengan semangat jiwa muda, kita juga mengajak masyarakat mendukung program Bupati Lamteng, H. Loekman Djoyo Soemarto dengan meningkatkan gotong-royong.
”Saya berharap, Ki dalang bisa menyajikan tuntunan dan tontonan. Karena menurut dia, filosofi wayang itu sangat bagus yakni mencerminkan contoh, isyarat, sanepo dan simbol. Oleh karenanya, filosofi wayang itu hendaknya dihayati dan diterapkan dalam sebuah kehidupan sehari-hari. Saya juga mengajak kepada masyarakat untuk dapat mensukseskan pilkakam yang akan digelar serentak di 13 kampung di Kecamatan Bangunrejo pada November mendatang,” pungkas Rahman.(win)
