Radarlamteng.com, SEPUTIHRAMAN – Sejumlah pedagang di pasar Kampung Rukhti Harjo, Kecamatan Seputihraman, Lampung Tengah (Lamteng), menolak rencana pembangunan tempat kuliner di sekitar pasar. Meski ditolak, pembangunan tetap dilakukan.
Terlihat pada Senin (16/9/2019) satu ruko dan satu gapura telah dibangun. Lokasinya di area depan dibangun gapura dan di belakang telah dibangun satu ruko.
Pande mewakili pedagang setempat mengatakan, penolakan ini dilakukan karena para pedagang khusunya pedagang kuliner bakal dirugikan dengan keberadaan tempat baru itu.
“Otomatis rugi (pedagang kuliner), karena pembeli pasti tidak lagi masuk ke dalam. Sedangkan pedagang dalam harus membayar Rp12 juta per los untuk mendapatkan tempat,” ungkapnya.
Menurut Pande rencana adanya pembangunan tersebut juga tidak melalui sosialisasi. “Tidak ada sosialisasinya. Tiba-tiba main ukur saja (lahan). Kalau ini terus dilanjutkan (pembangunan) kami akan lakukan demo besar-besaran,” ancamnya.
Lanjut Pande, penolakan ini juga sesuai dengan denah pasar yang lama, bahwa tidak akan ada penambahan bangunan baru di sekitar pasar.
Hal ini agar pasar terlihat rapih demi kenyamanan pengunjung. “Denah lama itu kita sepakat untuk tidak ada penambahan bangunan baru. Kita mau pasar ini menjadi rapih, aman, dan nyaman,” urainya.
Kalaupun akan ada dana untuk pembangunan baru, sambungnya, lebih baiknya digunakan untuk membeli los-los di dalam pasar yang masih kosong yang dinilai lebih efektif. Karena di dalam masih banyak yang kosong. “Kalau dananya dipakai untuk membeli los-los yang ada dan diberikan subsidi kepada pedagang, otomtis pasar ini akan ramai,” katanya.
Hak senada, diungkapkan oleh Ali pedang di Pasar Kampung Rukhti Harjo. Jika ada pembangunan pasar, menurutnya, pedang lama akan dirugikan.
“Lokasi tempat saya dagang ini udah strategis. Kalau dibangun lagi, kios saya ini ketutup. Kami juga tidak diikut sertakan dalam pembangunan pasar ini. Tau-tau sudah dibangun saja,” keluhnya.
Sementara itu, Kakam Rukhti Harjo Gunawan berdalih telah melakukan sosialisasi terkait pembangunan pasar dari pemerintah pusat tersebut. “Kita udah melakukan sosialisasi. Kami juga sudah memberitahukan,” ujarnya.
Gunawan menjelaskan gambar pasar dan material sudah disiapkan. Tinggal dibangun saja. “Semuanya sudah siap baik material dan sebagainya. Kami tinggal mengawasi saja nantinya,” pungkasnya. (cw23/rid)
