Radarlamteng.com, BANGUNREJO-Memperingati tahun baru hijriah atau muharram 1441 hijriah, ribuan warga Kampung Sripendowo, Kecamatan Bangunrejo, Lampung Tengah (Lamteng), menggelar wayang kulit semalam suntuk. Selain itu juga santunan bagi 35 anak yatim piatu yang bersumber dari Koin NU.
H. Maliki mewakili Ketua Panitia, mengatakan program kepedulian bagi masyarakat Kampung Sripendowo yang tidak mampu dengan mengadakan Koin NU. Kotak NU yang ada di rumah-rumah masyarakat sejak awal Januari 2018 lalu, digunakan untuk memberikan santunan bagi anak yatim piatu.
”Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya program Koin NU, khususnya kepada dermawan dan donatur. Dan kami memohon doa serta dukungan dari semuanya, kedepan program Koin NU akan kami galakan kembali. Sehingga dapat berjalan lancar dan terasa manfaatnya bagi yatim piatu dan jompo di Kampung Sripendowo,” terang H. Maliki.
Sementara Pj Kepala Kampung (Kakam) Sripendowo, Ipuk Suciati, sebagai bentuk rasa syukur, masyarakat Kampung Sripendowo dihibur dengan digelarnya pertunjukan wayang kulit semalam suntuk. Dengan dalang Ki Suwardi, dari Sendangagung, dengan judul Turune Waahyu Katentraman. Hal terut dilakukan untuk selalu menjaga budaya dimasyarakat agar tidak kesenian seperti ini tidak punah.
”Saya juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak, panitia, perangkat kampung dan masyarakat yang sudah berpartisipasi dalam seluruh kegiatan bersih kampung ini. Ini berarti secara nyata, sudah membuktikan kerja sama da gotong-royong kita. Semoga kegiatan seperti ini, mampu mempertebal kerukunan dan ukuwah islamiah kita. Khususnya masyarakat di Kampung Sripendowo. Dan semoga kekompakan dan kerja sama ini bisa ditingkatkan lagi dikegiatan-kegiatan berikutnya.,” harap Ipuk Suciati, kepada Radarlamteng.com, Minggu (15/09/2019).
Hal senada juga disampaikan Camat Bangunrejo, H. A Rahman, S.Pd, M.M, sebagai generasi muda, kita jangan mengabaikan momen tahun baru islam ini untuk mengintropeksi diri menjadi lebih baik. Dengan semangat jiwa muda, kita juga mengajak masyarakat mendukung program Bupati Lamteng, H. Loekman Djoyo Soemarto dengan meningkatkan gotong-royong.
”Saya berharap, Ki dalang bisa menyajikan tuntunan dan tontonan. Karena menurut dia, filosofi wayang itu sangat bagus yakni mencerminkan contoh, isyarat, sanepo dan simbol. Oleh karenanya, filosofi wayang itu hendaknya dihayati dan diterapkan dalam sebuah kehidupan sehari-hari. Saya juga mengajak kepada masyarakat untuk dapat mensukseskan pilkakam yang akan digelar serentak di 13 kampung di Kecamatan Bangunrejo,” pungkas Rahman.(win)
