Radarlamteng.com, BANGUNREJO-Petugas Lapang Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Bangunrejo, Lampung Tengah (Lamteng), H. Zen Kasimin, bersama petugas Posyandu Dahlia Kampung Sripendowo, melaksanakan kegiatan operasi timbang balita dan KIE Konseling kepada ibu dan balita.

H. Zen Kasimin mengatakan kegiatan rutin PLKB dengan membantu pelaksanaan KB kesehatan dan penimbangan, pemberian gizi bagi Balita diwilayah binaannya, dengan diadakannya Posyandu sebulan 2 kali.

”Dengan diadakannya pemeriksaan KB Kesehatan dan penimbangan bayi (balita) dapat memberikan kesehatan dan menjaganya mutu gizi Balita yang ada diwilayah binaan saya,” tutur Zen.

Dalam upaya peningkatan pengetahuan dan wawasan bagi pasangan usia subur (PUS), serta peningkatan kesadaran dalam berkeluarga berencana (KB) terutama hal pengaturan kelahirannya. Dirinya rutin melakukan kegiatan komunikasi informasi dan edukasi (KIE)-Konseling disetiap posyandu yang berada diwilayah binannya.

Tujuan diadakannya penyuluhan dan posyandu itu sendiri, untuk memeriksa kondisi kesehatan para balita. Apalagi dilakukan rutin setiap bulannya, selain itu juga diberikan penyuluhan tentang KB, kemudian penimbangan balita dan imunisasi. Sehingga para balita di kampung ini terjaga kesehatan, kemudian mendapatkan gizi seimbang, dan tumbuh dengan subur.

Menurut PLKB, H. Zen Kasimin, mewakili Korluh BKBPPPA Kecamatan Bangunrejo, Marjono, penyuluhan KIE-Konseling yang dilaksanakan di Kampung Tanjungjaya kali ini adalah, tentang alat kontrasepsi rasional. Dalam hal ini, PLKB dan petugas medis menjeleskan kelemahan dan kelebihan masing-masing alat kontrasepsi (Alkon) dan efek sampingnya. Sehingga PUS yang mau menjadi peserta KB, akan mampu memilih alat kontrasepsi yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi kesehatannya.

”Dengan demikian, kami mengharapkan tingkat kelestarian menggunakan alat kontrasepsi dan kesertaan dalam ber KB akan lebih lama. Sehingga, angka kelahiran bisa ditekan sekecil mungkin. Sedangkan dalam KIE-Konseling kali ini menggunakan metode perpaduan yaitu, KIE kelompok dan KIE wawancara (Individu),” jelas Zen, kepada Radar Lamteng, Selasa (26/2).

KIE kelompok digunakan dalam upaya memaparkan dan menjelaskan materi secara umum. Sedangkan KIE wawancara, merupakan upaya meyakinkan PUS secara individual atau pribadi. Sehingga PUS mampu menentukan pilihannya terhadap penggunaan alat kontrasepsi dalam mengatur jarak kelahiran anaknya.
Lebih lanjut Zen Kasimin, mengatakan kegiatan KIE-Konseling merupakan bagian kegiatan diposyandu. Karena KIE-Konseling juga sarana untuk menyampaikan informasi baru, dan mengetahui permasalahan yang ada. Sehingga akan segera dicarikan solusi atau jalan keluar dan pemecahannya.(win)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *