Terpengaruh Medsos, Puluhan Siswa SMP di Lamteng Lukai Tangan Sendiri

PENGAWASAN DAN PEMBINAAN – Dinas Kesehatan Lamteng bersama unsur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, camat dan Polsek saat mendatangi salah satu SMP di Lamteng yang diketahui melukai tangan sendiri menggunakan benda tajam. FOTO IST

 

RADARLAMTENG.COM, GUNUNGSUGIH – Sebanyak 41 siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Lampung Tengah (Lamteng) diketahui menyayat bagian tangannya sendiri setelah terpengaruh aksi serupa yang belakangan tersebar di media sosial (medsos). Tak hanya itu, siswa juga membeli minuman kemasan berinisial T khusus orang dewasa yang dijual bebas di kantin sekolah.

Kejadian itu diketahui setelah viral adanya kasus serupa yang terjadi di Pekanbaru. Khawatir hal itu terjadi di Lamteng, maka Dinas Kesehatan setempat terjun ke salah SMP. Benar saja, di sekolah itu petugas kesehatan menemukan siswa terdapat luka bekas sayatan di bagian tangannya. Tapi, luka bekas sayatan itu hampir kering.

“Sebelumnya, puskesmas yang berada di wilayah kerja terdekat dengan sekolah telah datang. Kemudian kita tindaklanjuti hari ini (Rabu kemarin, Red) untuk mendatangi sekolah kembali bersama unsur terkait seperti Dinas Pendidikan, Polsek dan camat. Setelah dilakukan pemeriksaan siswa satu per satu didapati ada 41 siswa yang terdapar luka bekas sayatan benda tajam,” kata Plt. Kepala Dinas Kesehatan Lamteng dr. Lindawaty, M.M. melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Damayanti, S.K.M., M.M., Rabu (3/10).

Dikatakan Damayanti, siswa di sekolah tersebut terpengaruh dengan video yang tersebar melalui media sosial. Dalam video itu ada perbuatan siswa yang menyayat tangan sendiri. Ternyata, hal itu diikuti oleh siswa yang ada di Lamteng. Luka bekas sayatan benda tajam yang terlihat di tangan siswa tersebut kondisinya mulai mengering dan berangsur sembuh.

Dalam pengawasan sekaligus pembinaan tersebut, Dinas Kesehatan meminta agar siswa tidak mengulangi perbuatan untuk melukai diri sendiri karena hal itu dapat membahayakan diri sendiri. “Untuk langkah selanjutnya Dinas Pendidikan Lamteng hendaknya dapat melakukan himbauan kepada semua sekolah agar tidak terjadi hal serupa,” kata Damayanti.

Tak hanya itu, Dinas Kesehatan juga menemukan minuman kemasan khusus orang dewasa yang dijual bebas di kantin sekolah. Kendati tidak terdapat zat narkotika dalam minuman kemasan itu tapi tetap siswa tidak diperbolehkan untuk mengonsumsinya.

Pedagang yang berada di kantin sekolah pun telah diimbau untuk tidak menjual minuman kemasan dengan inisial T. “Sebaiknya perlu dibuatkan regulasi sehingga kantin tidak menjual makanan dan minuman sembarangan. Yakni dengan dibuat peraturan bupati. Kalau ada perbup, pedagang akan lebih selektif dalam menjajakan produk makanan dan minuman di kantin sekolah yang aman dikonsumsi siswa,” jelasnya.(jar)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *