Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH – Bakal Calon Bupati Lampung Tengah, M. Ikhsan menyambangi kediaman Nenek Rasiyem (104) warga Kampung Gunungagung, Kecamatan Terusanunyai, yang masih menafkahi dua cucu dan tiga cicit serta seorang menantu.
Kunjungan M. Ikhsan menemui nenek Rasiyem, pada Kamis (25/7/2019) lalu terjadi secara spontan, usai bersilaturahmi dengan Kepala Kampung Gunungagung Nizar Adhita dan tokoh masyarakat Gunungagung Balkini Kraeng (mantan Kepala Kampung Gunungagung yang menjabat selama 28 tahun).
Dalam perjalanan menuju kampung itu, M. Ikhsan mendapat kabar berita dari Nyoto selaku tokoh masyarakat, tentang keadaan Nenek Rasiyem yang hidup prihatin di gubuknya dan sehari-hari bertahan hidup dari hasilnya turun ke sawah memburu keong dan kangkung liar.
Setibanya di gubuk Nenek Rasiyem, Ikhsan disambut warga yang sedang bergotong-royong membangun fondasi rumah nenek berumur lebih dari satu abad itu.
Ikhsan yang secara langsung menyaksikan gubuk nenek tua dalam kondisi memprihatinkan. Tiang kayu yang menyangga gubuk itu rawan rubuh. Dinding geribik yang lapuk membuat angin malam mudah masuk dan menyengat kulit.
Tampak sekali, rumah itu tak layak huni dan membahayakan penghuninya. Di rumah berukuran 4×4 meter berdinding geribik inilah nenek Rasiyem hidup dan menafkahi dua cucu dan tiga cicit serta seorang menantu.
Untuk mencukupi kebutuhan hidup, setiap hari harus turun ke sawah memburu keong dan kangkung liar untuk dijajakan keliling ke tetangganya. Penghasilannya dalam sehari tidak besar, paling banter Rp40 ribu, tapi berkah untuk semua keluarga. “Hasilnya tidak menentu,” ujar nenek Rasiyem.
Sejak suaminya meninggal 19 tahun lalu, wanita yang lahir di Wonosari, Yogyakarta, hidup prihatin dengan segala keterbatasan. Ia tak pernah mengharapkan bantuan dari pemerintah. Sebaliknya berjuang mencukupi kebutuhan hidup keluarganya dari keringat sendiri.
M. Ikhsan mengatakan, nenek Rasiyem adalah salah satu dari sekian banyak warga kurang mampu yang membutuhkan uluran tangan dari sesama. Kehadiran dirinya dan mengulurkan bantuan memang sudah menjadi kewajiban sebagai saudara sesama warga Lampung Tengah.
“Saya mendapat kabar dari Pakde Nyoto tentang kondisi nenek Rasiyem yang hidup memprihatinkan. Kebetulan dekat dengan lokasi saya bersilaturahmi, lalu segera saya putuskan mengunjunginya. Semoga sedikit sedekah dari kami bermanfaat untuk menambah kebutuhan membangun rumah Mbah Wito, makan-minum dan berobat beliau,” tutur M. Ikhsan, Minggu (28/07/2019).
M. Ikhsan mengaku bangga dengan warga RT 18 Dusun 6 Kampung Gunungagung, dikoordinir oleh tokoh dan perangkat kampung serta didukung Polsek Terusannunyai, yang tulus ikhlas membangun rumah layak hunian 5×8.
“Budaya gotong-royong adalah kekuatan masyarakat kita di kampung-kampung. Dengan bergotong-royong tak ada masalah warga yang tak dapat diselesaikan. Kita berharap budaya gotong-royong tetap lestari dan meluas di seluruh Lamteng. Kalau program pembangunan diwujudkan dengan semangat gotong-royong, pembangunan Lamteng bisa lebih cepat dan lebih baik,” tutur Ikhsan.
Sementara Nyoto selaku tokoh masyarakat setempat mewakili warga mengucapkan terima kasih atas kepedulian M. Ikhsan kepada nenek Rasiyem. “Bantuan dari Pak Ikhsan sangat bermanfaat meringankan warga yang bergotong-royong membangun rumah layak huni untuk nenek. Saya kagum dengan respon cepat Pak Ikhsan menolong warga,” tutur Pakde Nyoto.(cw26/rid)
