Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH – Kuliner tradisional khas Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, Tappel Bebih, resmi memasuki tahap sidang penetapan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia tahun 2026.
Kepastian tersebut diperoleh dalam sidang penetapan WBTb Indonesia Termin III yang digelar Kementerian Kebudayaan secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (5/11/2026).
Jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lampung Tengah turut menghadiri sidang tersebut.
Mewakili Kepala Disdikbud Lampung Tengah Dr. Nur Rohman, hadir Kepala Bidang Kebudayaan, Linggar Nunik Kiswari dan Pamong Budaya Ahli Muda, Heri Mulya Budi dari ruang sidang Disdikbud Lampung.
Secara terpisah, Kepala Disdikbud Lampung Tengah, Dr. Nur Rohman, menyampaikan apresiasi mendalam atas pencapaian budaya lokal tersebut.
“Atas nama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Tengah, kami mengucapkan rasa syukur dan bangga atas lolosnya kuliner khas Tappel Bebih ke tahap sidang penetapan WBTb Indonesia 2026,” katanya.
Pengakuan ini, menurutnya, menjadi bukti nyata komitmen Disdikbud Lampung Tengah dalam melestarikan warisan leluhur.
“Kami berharap langkah ini dapat memperkuat identitas budaya daerah serta membangkitkan kebanggaan generasi muda untuk terus menjaga kearifan lokal Lampung Tengah,” ujar Nur Rohman.
Dalam sidang penetapan, Tappel Bebih diusulkan masuk dalam domain Kemahiran dan Kerajinan Tradisional.
Kuliner berbahan dasar singkong segar atau singkong kuning ini dinilai memiliki keunikan tinggi, baik dari proses pembuatan maupun makna filosofis di dalamnya.
Kabid Kebudayaan Disdikbud Lampung Tengah, Linggar Nunik Kiswari, menjelaskan bahwa nama Tappel Bebih diambil dari teknik pembuatannya, yaitu ditempel-tempel (tappel), kemudian dipenyek dan dilebarkan (bebih).
Ia menambahkan, seluruh tahapan pembuatan hingga tradisi penyajiannya mengandung kehangatan nilai kekeluargaan.
“Tappel Bebih melambangkan eratnya hubungan persaudaraan, kebersamaan, serta doa agar memperoleh rezeki berlimpah yang bisa dibagi kepada kerabat. Keunikan lainnya, ketika dihidangkan pada Hari Raya Idulfitri, tradisi ini biasanya disertai dengan pembagian angpau atau uang Lebaran,” jelas Linggar.
Tahap sidang penetapan WBTb Indonesia ini menjadi momentum penting pengakuan kekayaan budaya Lampung Tengah di tingkat nasional.
Hasil dari sidang tersebut nantinya akan diproses oleh Kementerian Kebudayaan hingga penetapan resmi Tappel Bebih sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. (rid)




