- Advertisement -spot_img
Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:57
BerandaProvinsiLamtengPKD Lampung Tengah 2026 Ditutup, Gelar Karya GSMS Tampilkan Kreativitas Pelajar

PKD Lampung Tengah 2026 Ditutup, Gelar Karya GSMS Tampilkan Kreativitas Pelajar

- Advertisement -spot_img

Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH – Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Kabupaten Lampung Tengah 2026 resmi ditutup pada Rabu (28/10/2026). Penutupan yang dipusatkan di Sesat Agung Nuwo Balak, Gunungsugih, tersebut dirangkaikan dengan Gelar Karya Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) serta penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba.

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lampung Tengah ini menjadi puncak rangkaian perayaan seni dan budaya yang berlangsung selama lima hari. Selain sebagai ajang apresiasi terhadap prestasi pelajar, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk menampilkan kreativitas sekaligus menanamkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah.

Penutupan PKD 2026 dimulai pukul 08.00 WIB. Para pemenang lomba dari berbagai kategori hadir untuk menerima penghargaan atas prestasi yang diraih selama rangkaian kegiatan. Penyerahan hadiah dilakukan oleh Plt. Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, S.E., M.Sos., diikuti jajaran kepala OPD dan unsur Disdikbud Lampung Tengah.

Momentum penutupan semakin semarak dengan Gelar Karya GSMS yang menampilkan hasil pembelajaran seni para pelajar melalui pendampingan seniman profesional. Program ini menjadi salah satu upaya menghadirkan pembelajaran seni yang kreatif sekaligus mendekatkan peserta didik dengan kekayaan budaya.

Sebanyak 10 sekolah tingkat SD dan SMP berpartisipasi dalam Gelar Karya GSMS 2026. Dari jenjang SD, peserta berasal dari SDN 3 Kotagajah, SDS IT Smart Insani, SDN 1 Gunung Sugih Pasar, SDN 1 Rama Indra, dan SDN 1 Adijaya.

Sementara itu, dari jenjang SMP, sekolah yang terlibat yakni SMPN 1 Terusan Nunyai, SMPN 2 Rumbia, SMPN 2 Kalirejo, SMPN 2 Bandar Surabaya, dan SMPN 6 Terbanggi Besar.

Dalam kesempatan tersebut, I Komang Koheri menyampaikan bahwa PKD yang dirangkaikan dengan Gelar Karya GSMS bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum untuk merawat, melestarikan, dan merayakan kekayaan seni serta warisan budaya daerah.

Menurutnya, kolaborasi antara peserta didik dan seniman profesional melalui program GSMS dapat melahirkan karya seni yang membanggakan sekaligus memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut, mulai dari panitia, sekolah, guru pendamping, seniman, orang tua, hingga peserta didik.

Melalui kegiatan ini, diharapkan ekosistem kebudayaan di Lampung Tengah semakin kuat. Generasi muda juga diharapkan tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi memiliki pemahaman terhadap akar budaya serta kebanggaan terhadap identitas daerahnya.

Kepala Disdikbud Lampung Tengah, Dr. Nur Rohman, S.E., M.Sos.I., melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Linggar Nunik Kiswari, S.Sn., M.M., turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan pelaksanaan PKD Lampung Tengah 2026.

Menurut Linggar, keberhasilan kegiatan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, di antaranya dewan juri dari Universitas Lampung (Unila), Kantor Bahasa Provinsi Lampung, UPTD Museum Lampung, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), praktisi seni, seniman, sastrawan, budayawan, tenaga pendamping, serta sekolah-sekolah peserta.

“PKD ini menjadi ruang kolaborasi sekaligus wadah bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, menampilkan, dan mencintai kebudayaan daerahnya. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak yang telah bersama-sama menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan,” ujarnya.

Ia berharap semangat pelestarian budaya yang tumbuh melalui PKD 2026 terus berlanjut dan semakin kuat pada pelaksanaan tahun berikutnya. Keterlibatan pelajar, seniman, pendidik, dan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya Lampung Tengah.

“Semoga kita dapat bertemu kembali pada PKD 2027 di Bumi Beguwai Jejamo Wawai. Sikam Ulun Lampung, cinta budaya, cinta bahasa, peduli museum,” pungkasnya.

Lima Hari Penuh Seni dan Budaya

PKD Lampung Tengah 2026 mengusung tema “Harmoni Budaya Bumi Lampung Menuju Indonesia Emas” dan dibuka secara resmi oleh Plt. Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, S.E., M.Sos., pada Rabu (21/10/2026) di Sesat Agung Nuwo Balak, Gunungsugih.

Dalam pembukaan tersebut, Komang Koheri mengajak generasi muda untuk terlibat aktif dalam melestarikan dan memperkenalkan kekayaan budaya Lampung Tengah agar semakin dikenal luas, bahkan hingga mancanegara.

Memasuki hari kedua, Kamis (22/10/2026), kegiatan diisi dengan berbagai perlombaan tingkat SD dan SMP. Di antaranya lomba membaca aksara Lampung tingkat SD, menulis aksara Lampung tingkat SMP, serta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Cagar Budaya, Kebudayaan, dan Permuseuman.

Kegiatan turut diramaikan dengan pameran kuliner tradisional, batik, dan kriya, serta penampilan Tari Muli Siger dan Tari Belangiran.

Pada hari ketiga, Jumat (23/10/2026), perhatian diarahkan pada penguatan kemampuan berbahasa Lampung melalui lomba LCC Bahasa Lampung tingkat SMP, komedi tunggal atau stand-up comedy berbahasa Lampung tingkat SMP, serta lomba menulis cerita pendek berbahasa Lampung tingkat SMP.

Pameran kuliner tradisional, batik, dan kriya juga tetap digelar sebagai sarana memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat.

Selanjutnya, pada hari keempat, Senin (26/10/2026), berbagai penampilan seni dan perlombaan kembali melibatkan pelajar SD dan SMP. Kegiatan meliputi penampilan Tari Nawit Hanggumku dan Tari Gambyong, lomba egrang bambu tingkat SMP, pidato bahasa Lampung tingkat SMP, mendongeng atau ngedunging bahasa Lampung tingkat SD, serta membaca puisi bahasa Lampung tingkat SD.

Permainan tradisional egrang batok juga diperkenalkan sebagai upaya menghidupkan kembali permainan rakyat yang sarat nilai kebersamaan, ketangkasan, dan sportivitas.

Rangkaian kegiatan berlanjut pada hari kelima, Selasa (27/10/2026), dengan melibatkan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lampung Tengah. Sejumlah agenda yang digelar yakni Sanak Membatik, Melukis Bersama Maestro, Fashion Show Batik Lampung Tengah, serta Fashion Show Tapis Carnival Lampung Tengah.

Beragam kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga mendorong kreativitas generasi muda sekaligus memperkenalkan potensi produk budaya lokal sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif daerah.

Melalui Sanak Membatik, anak-anak diperkenalkan dengan proses membatik sejak dini. Sementara itu, Melukis Bersama Maestro memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempelajari teknik melukis dan mengembangkan kreativitas bersama seniman berpengalaman.

Adapun peragaan busana batik dan tapis menjadi ruang promosi bagi kekayaan motif tradisional Lampung Tengah melalui kreasi busana yang lebih modern tanpa meninggalkan identitas budaya daerah.

Melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, PKD Lampung Tengah 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai perhelatan seremonial, tetapi mampu menjadi ruang pembelajaran, apresiasi, dan regenerasi pelaku seni budaya.

Penutupan yang dirangkaikan dengan Gelar Karya GSMS dan penyerahan hadiah menegaskan pentingnya keterlibatan dunia pendidikan dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya Lampung Tengah. Kolaborasi antara sekolah, seniman, pemerintah, dan masyarakat diharapkan terus berkembang agar kecintaan terhadap budaya daerah dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. (rls/rid)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here