Radarlamteng.com, PUTRARUMBIA – Tahapan Pemilihan Kepala Kampung (Pilkakam) serentak di Kabupaten Lampung Tengah mulai memasuki fase penting.
Tiga kampung di Kecamatan Putrarumbia telah menuntaskan proses penetapan calon dan pengundian nomor urut pada Jumat (9/10/2026).
Ketiga kampung tersebut yakni Mekarjaya, Binakarya Baru, dan Meranggijaya. Dengan selesainya tahapan ini, para calon kepala kampung kini bersiap menghadapi kontestasi demokrasi yang dijadwalkan berlangsung pada 26 November 2026 mendatang.
Sementara itu, satu kampung lainnya, Rantaujaya Makmur, masih menunggu jadwal penetapan calon. Kampung tersebut berpotensi menggelar pemilihan dengan calon tunggal yang akan berhadapan dengan kotak kosong.
Camat Putrarumbia, I Made Suryana, mengatakan terdapat empat kampung di wilayahnya yang akan mengikuti Pilkakam serentak tahun ini. Tiga kampung telah melaksanakan penetapan calon dan pengundian nomor urut, sedangkan Rantaujaya Makmur dijadwalkan menyusul.
“Di Kecamatan Putrarumbia ada empat kampung yang akan melaksanakan pilkakam. Untuk Rantaujaya Makmur, calonnya memang tunggal sehingga kemungkinan akan melawan kotak kosong. Proses penetapannya kami jadwalkan pada 23 Oktober 2026 mendatang,” terang I Made Suryana.
Menurutnya, seluruh tahapan Pilkakam harus dipersiapkan dengan baik agar pelaksanaannya berjalan lancar. Pemerintah kecamatan bersama pihak terkait terus mendorong terciptanya suasana yang aman, tertib, dan kondusif, mulai dari tahapan persiapan hingga hari pemungutan suara.
Namun, di balik dinamika persaingan antarkandidat, Suryana mengingatkan bahwa menjaga kerukunan masyarakat jauh lebih penting. Perbedaan pilihan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari demokrasi dan tidak seharusnya menjadi pemicu perselisihan.
Ia pun mengajak seluruh calon, pendukung, serta masyarakat untuk sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama tahapan Pilkakam berlangsung.
“Perbedaan pilihan itu hal yang wajar dalam demokrasi. Saya mengajak seluruh masyarakat agar menyikapinya dengan dewasa. Jangan sampai perbedaan pilihan justru memecah persaudaraan. Keamanan dan ketertiban harus menjadi tanggung jawab kita bersama,” pesannya.
Suryana menegaskan, keberhasilan Pilkakam tidak semata-mata diukur dari siapa yang nantinya terpilih menjadi kepala kampung. Lebih dari itu, pesta demokrasi di tingkat kampung harus mampu berjalan dengan damai, tanpa konflik, serta tetap menjaga hubungan baik antarmasyarakat.
Sebab, setelah seluruh tahapan pemilihan selesai, masyarakat akan kembali hidup berdampingan dan bersama-sama membangun kampung.
“Karena itu, siapa pun yang nantinya mendapatkan kepercayaan masyarakat, persatuan dan kebersamaan harus tetap menjadi yang utama,” tegasnya. (rid)




