Radarlamteng.com,GUNUNG SUGIH – Ikatan Kelompok Wanita Tani (IKWT) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) dalam 1 tahun berjalan,
Satu Tahun Berkarya, Wujudkan IKWT Berdikari.
Program ini digalakkan
untuk mendorong program ketahanan pangan nasional melalui gerakan hasil Kebun, Kandang dan Kolam (3K).
Hal ini disampaikan Ketua Umum
IKWT Lampung Tengah Ni Ketut Dewi Nadi saat memperingati HUT ke-1 yang digelar di Gedung Sesat Agung Nuwon Bapak pada Selasa (15/9/2026).
Ni Ketut Dewi Nadi Komang Koheri menyampaikan bahwa satu tahun perjalanan IKWT bukanlah waktu yang panjang, namun telah menjadi momentum penting untuk membuktikan eksistensi organisasi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.
” Selama satu tahun IKWT Kabupaten Lampung Tengah telah bergerak melalui berbagai program yang menyentuh langsung kehidupan keluarga, salah satunya melalui pemanfaatan lahan pekarangan dengan konsep Kebun, Kandang, dan Kolam (3K),” terangnya.
Melalui program tersebut, IKWT tidak hanya mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan, tetapi juga membangun kemandirian dalam pemenuhan gizi keluarga, meningkatkan perekonomian melalui hasil pekarangan, serta mendukung program ketahanan pangan dan pengentasan stunting.
IKWT juga telah menjalin kerja sama dengan SPPG dalam memenuhi kebutuhan sayuran untuk dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satunya yang telah berjalan di Kecamatan Bangun Rejo.
Selain itu, IKWT Kabupaten Lampung Tengah terus berkembang menjadi wadah UMKM yang mandiri dan berdaya saing.
Ni Ketut menegaskan bahwa perempuan tani bukan sekadar pendukung pembangunan pertanian, tetapi juga dapat menjadi motor penggerak ketahanan pangan dan ekonomi keluarga. Melalui semangat berdikari, para wanita tani diharapkan mampu berinovasi, berwirausaha, serta meningkatkan kemandirian ekonomi tanpa meninggalkan peran pentingnya dalam keluarga.
Sementara itu, Plt Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri menyampaikan
bahwa kelompok wanita tani memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang pertanian, ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi keluarga, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
” Perempuan dalam pembangunan pertanian, lanjutnya, tidak hanya berperan sebagai pendukung, tetapi juga sebagai pelaku utama yang mampu menciptakan inovasi, mengembangkan potensi lokal, serta meningkatkan nilai tambah hasil pertanian,” paparnya.
Oleh karena itu, keberadaan IKWT diharapkan menjadi wadah untuk memperkuat kapasitas, kreativitas, keterampilan, dan kemandirian para anggotanya. Berbagai potensi di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, pengolahan pangan, maupun usaha ekonomi produktif perlu terus dikembangkan secara berkelanjutan.
Pemkab Lamteng berkomitmen untuk terus mendukung pemberdayaan masyarakat melalui penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas kelompok wanita tani. Dengan demikian, IKWT diharapkan mampu semakin berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga.
Peringatan HUT ke-1 IKWT Kabupaten Lampung Tengah juga dirangkaikan dengan berbagai kegiatan, di antaranya Lomba Olahan Pangan Lokal berbahan Tepung Mocaf serta Pameran Stand Produk-Produk IKWT sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas, produktivitas, dan hasil karya kelompok wanita tani di Kabupaten Lampung Tengah.(rls/sci/rid)




