- Advertisement -spot_img
Rabu, 16 September 2026 | 05:30
BerandaPendidikanLebih dari Sekadar Juara, Pentas PAI Lamteng Jadi Wadah Asah Karakter Siswa

Lebih dari Sekadar Juara, Pentas PAI Lamteng Jadi Wadah Asah Karakter Siswa

- Advertisement -spot_img

Radarlamteng.com, SEPUTIHRAMAN – Prestasi saja tak cukup. Peserta didik juga harus memiliki keimanan dan akhlak yang kuat.

Pesan itu disampaikan Plt. Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri, SE., M.Sos., saat membuka Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) Kabupaten Lampung Tengah 2026.

Kegiatan tersebut digelar di SMP Negeri 1 Seputihraman, Selasa (15/9/2026). Komang Koheri hadir didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Tengah Dr. Nur Rohman, S.E., M.Sos.I.

Pentas PAI tahun ini mengusung tema “Saat Prestasi Dipadukan dengan Keimanan, Lahir Generasi Islam yang Membanggakan.” Ajang tersebut menjadi ruang bagi pelajar untuk menunjukkan bakat, keterampilan, dan kreativitas di bidang Pendidikan Agama Islam.

Komang Koheri mengatakan pendidikan tidak hanya mengejar kemampuan akademik. Menurutnya, pembentukan karakter dan akhlak menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi penerus.

“Prestasi harus berjalan seiring dengan keimanan dan akhlak. Kita ingin anak-anak Lampung Tengah tumbuh menjadi generasi yang cerdas, terampil, berprestasi, tetapi tetap memiliki karakter dan nilai-nilai keagamaan yang kuat,” ujarnya.

Dia berharap para peserta tidak menjadikan Pentas PAI semata-mata sebagai ajang mencari juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi pengalaman untuk mengasah kemampuan dan membangun kepercayaan diri.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Lamteng Nur Rohman mengatakan Pentas PAI merupakan bagian dari pembinaan peserta didik.

Kegiatan ini sekaligus memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang keagamaan.

“Pentas PAI bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga bagaimana memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun karakter dan kepribadian yang baik,” kata Nur Rohman.

Dia menegaskan, pembinaan generasi muda membutuhkan dukungan bersama. Mulai dari pemerintah, sekolah, guru, orang tua hingga masyarakat.

“Karena itu, kami terus mendorong berbagai kegiatan positif yang menjadi ruang tumbuh bagi peserta didik, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik,” pungkasnya. (rid)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here