| MTQ Kabupaten
Laporan Kemas Ari
TERBANGGIBESAR – Mushabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Lamteng ke-40, siap digelar pada 24-29 Maret 2010 mendatang di Lapangan Kampung Bandaragung, Kecamatan Terusannunyai. Hingga kemarin (12/3), tercatat tinggal enam kecamatan lagi yang belum mendaftar. Keenam kecamatan tersebut yakni Terbanggibesar, Trimurjo, Anak Ratu Aji, Pubian, Putra Rumbia dan Terusannunyai.
Kepala Kementerian Agama Kabupaten Lamteng Drs. Hi. Ahmad Syaubari kepada Radar Lamteng mengungkapkan, saat ini jumlah peserta yang akan mengikuti MTQ tingkat kabupaten tahun 2010 mencapai 269 kafilah.
”Pendaftaran, masih kita buka hingga sebelum acara dimulai. Karena itu, kami mengimbau agar perwakilan dari enam kecamatan ini segera mendaftarkan diri. Dan kemungkinan, peserta pasti akan bertambah lagi,” ungkap Ahmad Syaubari.
Beberapa cabang MTQ yang akan ditandingkan, diantaranya yakni tartil, musabaqoh tilawatil qur’an, musabaqoh hifzhil qur’an, musabaqoh fahmil qur’an, musabaqoh syarhil qur’an, tafsir, dan musabaqoh khothil qur’an.
Lebih lanjut pihaknya mengimbau agar kontingen dari masing-masing kecamatan mempersiapkan diri untuk menghadapi lomba MTQ tingkat kabupaten tersebut. Terlebih, para pemenang di tingkat kabupaten akan mewakili Kabupaten Lamteng di tingkat provinsi.
Sementara itu, pada tahun 2009 lalu, sebanyak 318 kafilah dari 28 kecamatan di Kabupaten Lamteng menyemarakkan MTQ di Lapangan Merdeka Kampung Payungbatu, Kecamatan Pubian.
Sebelumnya juga, enam orang warga Lamteng yang menjadi kafilah yang mampu berprestasi pada MTQ ke-37 tingkat Provinsi Lampung di Waykanan, pada November 2009 lalu.
Dikatakan Ahmad Syaubari, para juara nantinya akan mendapatkan penghargaan berupa piala, piagam serta sejumlah dana pembinaan. Dan nantinya juga sekaligus akan mewakili Kabupaten Lamteng di tingkat provinsi. Hadiahnya, mulai dari laptop, sepeda motor hingga umroh.
Dengan pemberian reward tersebut, tentunya sebagai bentuk kepedulian Pemkab Lamteng terhadap kafilah-kafilah yang berprestasi di tingkat provinsi atau bahkan di tingkat nasional.
Sejauh ini, prestasi para kafilah Lamteng nyaris tidak diperhatikan. Dan pemberian penghargaan ini memang baru dilakukan pertama kalinya. Karena itu, ke depannya, diharapkan dengan adanya reward ini menjadikan sebuah motivasi bagi kafilah Lamteng untuk meningkatkan prestasi dan kemampuannya, ungkapnya.
Di samping itu pula, pemberian reward itu juga sebagai salah satu upaya untuk menarik minat para kafilah berprestasi lain yang sebelumnya banyak mewakili kabupaten/kota lain meskipun berasal dari Lamteng. (*)
|