 |
|
| RADAR LAMTENG |
|
| | 
|
|
 |
|
 |
 |
|
Berita Bandarjaya |
|
| Rabu, 10 Maret 2010 07:29:56 |
Klik : 185 |
 |
 |
|
| | Suwarno: Jangan Takut Penyakit Merah Padi |
|
BANDARJAYA – Penyakit merah pada tanaman padi bukan yang menakutkan. Hal tersebut dikatakan Kepala BPP Pertanian Kecamatan Terbanggibesar, Hi. Suwarno, menjawab pertanyaan petani di Lamteng yang masuk ke BPP setempat melalui via sms.
Dikatakan Suwarno, Penyakit merah seperti yang dapat dilihat di sebagian lahan pertanian tanaman padi setiap tahun/musim. Meski tidak sebanyak tahun ini.
Suwarno menjelaskan ada beberapa penyebab timbulnya penyakit merah tanaman padi. Seperti pemupukan NPK pada taman belum berimbang dalam penggunaan K20 (KCL). Kurang unsur hara makro dan mikro, kelebihan menggunakan unsur N (urea). Selanjutnya, belum berjalannya pergiliran faritas dalam setiap musim tanam serta pengaruh cuaca yang lembab.
”Petani dalam melakukan pengendalian atau penyembuhan pada padi yang terserang. Sebaiknya menentukan dulu secara cermat, tanaman yang merah atau kuning kemerahan. Kalau merah kekuningan diikuti bercak daun dan akar mati membusuk, maka itu adalah adanya serangan bercak daun/hawer daun/akar,’’ ungkapnya.
Agar tidak fatal, serangan bercak daun/hawer daun/akar dapat dikendalikan atau penyembuhan dengan menyemprotkan fungisida dan bakterisida dengan semprot kabut (1 ha : 16 tengki 14 liter air). Diulangi 2-3 kali dengan interfal 6 hari per Minggu. Misalnya fungisida/bakterisida Nordox 56 WP, Puanmur, 50 SP BLB Klinstop SHS 200 SC dan lainnya.
Jika tanaman padi merah kekuning-kuningan tanpa diikuti bercak daun dan akar membusuk, hanya terlihat akar kering/tidak berkembang, maka itu disebabkan defisiensi unsur kara mikro/mikro. Pengendaliannya, semprotkan pupuk cair lengkap dan yang K20 lebih tinggi. Atau semprotkan pupuk organik cair lengkap atau dengan zat perangsang pertumbuhan pilih salah satu atau lebih. Semprotkan dengan volume tinggi dan ulangi 2-3 kali dengan interfal 7 hari.
”Sedangkan bila tanama padi merah kekuningan, atau petani ragu menentukan sikap maka bisa dalam pengendalian dengan menyemprotkan fungisida/bakterisida di tambah ZPT sesuai dosis angsuran. Apabila 3 hari dari penyemprotan tidak terlihat perkembangan lebih parah atau sama dengan kemarin, ulangi penyemprotan 2-3 kali interfal 3-7 hari. Cila setelah tiga hari penyemprotan justru parah, penyemprotan diulangi khusus menggunakan bakterisida. Penyemprotan fungisida 2-3 kali setelah sembuh dan gunakan PPC/ZPT tambahan,’’ papar Suwarno.
Lanjutnya, untuk lebih jelasnya, petani dapat menghubungi penyuluh pertanian atau petugas hama/penyakit/POPT terdekat. Atau menghubungi Rapemda, dalam siaran Gema Agro Politan setiap hari Rabu dan kamis, pukul 11.00 WIB – 12.00 WIB.(ada)
|
|
| << Kembali |
Berita Bandarjaya Lainnya : |
. Kredit Lebih Pasti, Pasti Lebih Ringan . Tarif Baru simPATI Talkmania Jumbo . Murah Meriah Namun Tetap Trendi . Kayla Busana Berikan Kepuasan . Iyan Motor Utamakan Pelayanan . Harga Beras Rp 6 Ribu di Pasar Bandarjaya . Polisi Masih Buru 1 Lagi Perampok . Axis, Gratis 10.000 SMS/Hari . Natalia Bakery Sedia Kue kering . D’plus Lengkapi Pakaian Pria
|
|
|
 |
 |
|  |