HALAMAN UTAMA
     Arsip Berita
     INDEX BERITA
     Berita Utama
     Radar Metro
     Seputih Timur
     Seputih Barat
     Pendidikan
     Ekonomi
     Metropolis
     Bandarjaya
     Gunungsugih
     INFORMASI
     Radar Group
     Telepon Penting
     ADVERTORIAL
     Tentang Kami
     Galeri Foto
     Buku Tamu
     Kontak Kami
     Profil Redaksi
  RADAR LAMTENG
 
Radar Lamteng

  Berita Berita Utama
Sabtu, 13 Maret 2010 08:44:12 Klik : 79 Kirim Berita Ini! Print Berita Ini!
Data Penjualan Sapi Diterima Senin

GUNUNGSUGIH--Rencananya, Komisi B DPRD Lamteng baru menerima data penjualan sapi PT Santosa Agrindo (Santori) pada Senin (15/3). Sebab anggota dewan menilai ada kejanggalan data impor dengan data penjualan sapi.

Anggota Komisi B Aliwansyah mengatakan, data impor sapi PT Santori diketahui sekitar 50 ribu ekor selama satu tahun. Namun anehnya penjualan sapi di perusahaan hanya sekitar 25 ribu. Lalu kemana sisa sapi yang diimpor itu. Itu menjadi pertanyaan kami. Sebab ini berkaitan dengan retribusi kesehatan hewan ternak yang harus disetor kepada pemerintah kabupaten (pemkab), jelas Aliwansyah, kemarin (12/3).

Selain meminta data penjualan sapi, pihaknya juga meminta bukti setor retribusi kesehatan hewan kepada pemkab. Kemudian antara data penjualan dan bukti setor itu dilakukan crosscheck untuk mengetahui kebenaran pelaporan.

Selain di PT Santori, menurutnya, kejanggalan data penjualan sapi terdapat pada PT Elders Indonesia. Disebutkan, data penjualan selama setahun sebanyak 7 ribu ekor. Di perusahaan itu juga ada indikasi, soalnya kapasitas kandang PT Elders Indonesia mampu menampung 15 ribu ekor sapi, bebernya.

Sementara data impor dan data penjualan sapi di PT Great Giant Livestock Company (GGLC), dikatakannya, tidak ada masalah. Sebab setelah data impor dan penjualan sapi crosscheck dianggap sesuai dengan realita di lapangan. Di Lamteng tercatat hanya ada tiga perusahaan penggemukan sapi. Yakni PT Santori, PT GGLC, dan PT Elders Indonesia.

Assistant to President Director PT Santori Dayan Antoni P.A sebelumnya mengatakan, antara data sapi impor dan data penjualan sapi memang tidak sama. Selain itu, pihaknya memiliki sapi yang sengaja untuk pembibitan dan tidak dijual.

Mengenai kapasitas kandang di PT Santori hanya mampu menampung sapi sebanyak 20 ribu ekor. Sementara kapasitas kandang PT GGLC lebih besar dibandingkan PT Santori. Proses penggemukan sapi berlangsung selama 90 sampai 100 hari.

Jika retribusi pemeriksaan kesehatan hewan milik PT GGLC lebih besar dibandingkan PT Santori, menurutnya, itu bisa saja disebabkan karena proses penggemukan yang lebih cepat.(afs/gde)

<< Kembali

Berita Berita Utama Lainnya :

  TRANS LAMPUNG
    RADAR METRO
Atribut Kampanye Belum Ditertibkan
KPU Metro Pleno Logistik
SMA Metro Peringkat Terbaik
Insentif Bagi Guru Honor
Keluhkan Kenaikan Harga Pupuk
    GUNUNGSUGIH
Satlantas Pasang Traffic Cone
PKNU Juga ke Musa
Pembahasan LPPA Belum Rampung
H-8 Kendaraan Berat Dilarang Beroperasi
Membelot, PAC Gerindra akan Dibekukan
  SITUS RADAR GROUP
    Radar Lampung
    Rakyat Lampung
    Radar Tanggamus
    Radar Lamsel
    Radar Lambar
    Radar Kotabumi
    Radar Metro
    Radar Tuba