Radarlamteng.com, BEKRI- Memperingati tahun baru islam atau muharram 1441 hijriah, ribuan warga Kampung Gorasjaya, Kecamatan Bekri, Lampung Tengah (Lamteng), menggelar berbagai kegiatan religius yang dimulai dengan bersolawat simthudurror bersama Habib Umar bin Muhdor Al Hadad dan ditutup dengan pagelaran wayang kulit dalang Ki Gesang Purwoko.
Bertempat di lapangan merdeka Kampung Gorasjaya, sebelum bersholawat simthudurror dimulai terlebih dahulu diadakan kegiatan santunan bagi anak yatim piatu yang diberikan secara langsung Kepala Kampung (Kakam) Gorasjaya, Budianto, Amd. Kegiatan yang dilaksanakan selama dua malam itu, cukup menarik perhatian masyarakat se kampung setempat.
”Sengaja untuk memperingati tahun baru islam kali ini, kami bersama aparatur kampung dan masyarakat menggelar Goras Sholawat simthudurror dan pagelaran seni wayang kulit. Mayoritas warga kami adalah islam, tapi selama ini belum ada satu acara yang meriah. Makanya kami rintis dengan Goras bersholawat simthudurror,” ujar Budi, kepada radarlamteng.com, Selasa (17/09/2019).
Budi juga berharap, Goras bersholawat simthudurror, santunan dan pegelaran wayang kulit ini bisa rutin dilaksanakan setiap tahunnya dalam memperingati dan menyambut tahun baru islam. Sebab dengan adanya pagelaran wayang kulit ini, merupakan salah satu tradisi dari masyarakat jawa yang terus dilestarikan hingga sekarang.
”Sebagai generasi muda, kita jangan mengabaikan momen tahun baru islam ini untuk mengintropeksi diri menjadi lebih baik. Dengan semangat jiwa muda, kita juga mengajak masyarakat mendukung program Bupati Lamteng, Loekman Djoyo Soemarto dengan menggalakan kembali gotong-royong. Sebab dengan gotong-royong pekerjaan berar menjadi ringan dan akan cepat selesai,” harap Budi.
Budi berharap, Ki dalang bisa menyajikan tuntunan dan tontonan. Karena menurut dia, filosofi wayang itu sangat bagus yakni mencerminkan contoh, isyarat, sanepo dan simbol. Oleh karenanya, filosofi wayang itu hendaknya dihayati dan diterapkan dalam sebuah kehidupan sehari-hari.
”Alhamdulillah kedua acara dapat berlangsung dengan lancar dan sangat berkesan, apalagi masyarakat sangat berkesan dengan acara tersebut. Saya berharap kedepan harus lebih ditingkatkan lagi, apalagi jamaah baik dari Kampung Gorasjaya maupun kampung lain nampak semangat mengikuti lantunan sholawat dan menyaksikan pegelaran wayang kuli,” pungkas bapak dua anak tersebut.(win)
