Iuran Ditarik, Sampah di Pasar Adipuro Masih Menumpuk

Radarlamteng.com, TRIMURJO – Sejumlah pedagang di pasar Kelurahan Adipuro, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah (Lamteng) pertanyakan penanganan sampah.

Yuni (28) pedagang pasar setempat mengatakan sudah bertahun-tahun sampah menumpuk hingga menimbulkan bau yang tidak sedap.

Bahkan, kata dia, para pedangang mengaku setiap hari Senin, Kamis dan Sabtu petugas pasar selalu melakukan penarikan uang iuran kepada para pedagang.

Namun hingga saat ini belum ada tindakan dari petugas untuk membersihkan sampah yang sudah menggunung tersebut.

Sementara, Melky, salah satu petugas keamanan pasar setempat mengatakan bahwa sampah tersebut sudah bertahun-tahun tidak dibuang dan dibiarkan menumpuk hingga membusuk begitu saja.

“Saya heran dengan pemandangan seperti ini kok didiamkan saja. Sebab uang retribusi untuk permasalahan ini selalu ditarik dari para pedagang. Para pedagang pun mempertanyakan kemana larinya uang retribusi yang selalu ditarik. Kok sampahnya tidak dapat diselesaikan,” kata Melky kepada radalamteng.com, Rabu (23/7/2019).

Sementara itu, Toni Sastra Jaya selaku tokoh pemuda kecamatan setempat merasa geram adanya tumpukan sampah meluber hingga menutup akses pengunjung pasar yang akan menuju ke kios perbelanjaan. Terlebih tumpukan sampah tersebut berada tepat di dekat Sekolah Dasar (SD) kelurahan setempat.

“Tentunya hal ini sangat tidak baik bagi kesehatan para siswa-siswi sekolah di sini. Dan sangat mengganggu, baik bagi pedagang maupun pengunjung dan lingkungan sekitarnya,” kata Toni yang juga caleg terpilih ini.

Toni Sastra yang biasa di sapa Tosa itu berharap kepada dinas terkait maupun pemerintah kelurahan setempat agar secepatnya menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada.

“Saya berharap kepada dinas terkait terutama kepada Bupati Lamteng untuk segera turun langsung ke bawah dan mengontrol kinerja anak buahnya. Untuk dapat menyelesaikan persolan-perosoalan terutama sampah yang berdampak pada kesehatan lingkungan, ” tegasnya. (cw29/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *