Radarlamteng.com, KALIREJO- Suasana suka seketika berubah menjadi suasana duka. Itulah yang terjadi pada keluarga besar Mukimin,warga Kampung Sripurnomo Kecamatan Kalirejo.Pasalnya, pagi itu, Kamis, 20 Juni 2019 sekira
pukul 09. 00 WIB dilangsung prosesi akad nikah putrinya, Siti Robaniyah (26) dengan seorang pria pujaan hatinya, Syaifudin Bin Surahmat, seorang perjaka asal kampung tetangga yaitu Kampung Srimulyo.
Seusai proses pernikahan, dan kedua mempelai dinyatakan sah sebagai pasangan suami istri, hari itu juga dilangsungkan pesta resepsi pernikahan, dengan hiburan musik Orgen Tunggal. Semua berlangsung normal dan dipenuhi suasana suka, seperti pesta pernikahan pada
umumnya. Namun, ketika waktu istrirahat tiba kurang lebih pukul 12.00 WIB, Kedua mempelaipun beristirahat, sambil hendak berganti pakaian pengantin.
Kemudian,saat hendak makan siang, mempelai perempuan (Siti Robaniyah) pamit hendak buang air kecil di kamar mandi. Dinanti tidak segera kembali, maka disusulah kekamar mandi. Dan didapati Siti Robaniyah
tergeletak di kamar mandi. Dikira hanya pingsan, oleh keluarga Siti langsung dibawa ke Rumah Sakit Azzahra Kalirejo, kurang lebih berjarak 4 Km. Setelah diperiksa oleh tenaga medis di rumahsakit tersebut, Siti Robaniyah dinyatakan telah meninggal dunia.
Berita duka meninggalnya pengantin perempuan tersebut, sontak mengagetkan keluarga besar kedua mempelai dan menggegerkan warga Kampung Sripurnomo dan kampung-kampung sekitarnya. Sehingga suasana suka pesta perkawinan tersebut mendadak berubah menjadi suasana duka.
Tamu undangan yang datang yang sedianya akan mengucapkan selamat berubah niat menjadi datang untuk berta’ziyah (melayat) dan menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam seraya turut mendo’akan
almarhumah.
Demikian seperti yang disampaikan oleh Iswandi, selaku Kepala Kampung Sripurnomo.
”Saat itu saya sedang Rapat di Kantor Kecamatan Kalirejo, saya mendapat kabar dari warga tentang kejadian tersebut, sayapun bergegas pulang. Dan memang benar warga saya tersebut dinyatakan telah meninggal dunia, setelah sah menikah dan sempat duduk bersanding di
pelaminan hingga waktu istirahat,” ungkap Iswandi.
Masih dikatakannya bahwa menurut keterangan pihak medis yang memeriksa, Siti Robaniyah meninggal karena serangan jantung. Namun, lanjutnya, menurut keterangan pihak keluarga, selama hidupnya Siti Robaniyah tidak pernah mengeluh atau menderita penyakit jantung.
Iswandi juga menyampaikan bahwa sebelum menikah, Siti Robaniyah bekerja di perusahaan genting milik tetanggnya. Dia dikenal sebagai sosok wanita yang baik, hanya saja cenderung pendiam.
”Orangnya tidak banyak bicara, kalau tidak penting,” kata Iswandi. Lebih lanjut dijelaskan bahwa pada hari itu juga, tepatnya pada pukul 16.00 WIB, jenazah dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum kampung setempat. (den)
