Radarlamteng.com, TERBANGGIBESAR – Setelah menggelar pelatihan secara online, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) menggelar pelatihan petugas lapangan pemutakhiran deospasial dan muatan wilayah kerja statistik (Wilkerstat) Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) secara tatap muka, di Hotel BBC Bandarjaya, Lampung Tengah.
Pelatihan tersebut di laksanakan selama empat hari berturut-turut yang dimulai sejak Senin (21/7) sampai Kamis (24/7) kemarin.
Kepala BPS Lamteng, Tri Kuntjoro pada tahun 2026 yang akan datang, BPS akan melaksanakan Sensus Ekonomi dengan menggunakan kerangka induk keluarga/usaha ekonomi dan wilayah kerja statistik di level terkecil yaitu Satuan Lingkungan Setempat (SLS) sebagai area pencacahan. SLS merupakan wilayah di bawah desa/kelurahan. Oleh karena itu sebelum pelaksanaan SE2026, BPS perlu melakukan pemutakhiran SLS melalui kegiatan Pemutakhiran Kerangka Geospasial dan Muatan Wilkerstat SE2026 pada tahun 2025.
“Tujuannya untuk mendapatkan kerangka geospasial dan muatan wilkerstat yang mutakhir. Selain itu juga untuk mendapatkan informasi mengenai wilayah konsentrasi ekonomi,” ujarnya.
Kepala BPS menjelaskan Petugas Lapangan Pemutakhiran Kerangka Geospasial dan Muatan Wilkerstat Sensus Ekonomi 2026 ini sebanyak 680 petugas dan akan mulai menjalankan tugasnya pada 1-31 Agustus 2025 mendatang.
“Dalam pelatihan ini yang jelas para petugas diberi bekal ilmu tentang teknis pelaksanaan di lapangan,” ungkapnya.
Pihaknya berharap, dengan pelatihan tatap muka ini materi-materi yang telah disampaikan oleh para instruktur dapat diserap oleh para petugas. Sehingga para petugas dapat melaksanakan dengan baik ketika di lapangan.
“Kami berharap para petugas lapangan ini nantinya bisa menjalankan tugasnya sesuai apa yang telah di diberikan oleh para instruktur demi suksesnya sensus ekonomi 2026 Kabupaten Lampung Tengah,” harapnya. (tka/rid)
