Tak Masuk Dalam Daftar Pengaman TPS, Anggota Linmas di Kelurahan Yukumjaya Meradang

Radarlamteng.com, TERBANGGIBESAR – Anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Kelurahan Yukumjaya, Kecamatan Terbanggibesar, Lampung Tengah (Lamteng) meradang.

Pasalnya, 5 dari 31 anggota Linmas yang semestinya di prioritaskan untuk pengamanan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pemilihan Umum (Pemilu) mendatang justru tidak di libatkan oleh pamong maupun Komandan Pelton (Danton) kelurahan setempat.

Hal itu di ungkapkan oleh Satijan, dimana ia merupakan 1 dari 5 anggota Linmas Kelurahan Yukumjaya yang tidak mendapat kesempatan untuk menjadi keamanan di TPS yang berada di lingkungannya.

“Saya bingung, kenapa saya dan 4 anggota lainnya tidak medapat mandat untuk menjaga di TPS. Sedangkan TPS di Kelurahan Yukumjaya berjumlah 56 TPS. Berarti kan harus terlibat semua, karena di sini ada 31 anggota termasuk Danton. Berarti, masih terdapat kekurangan anggota. Tapi kenapa, dari 31 Linmas hanya 5 yang tidak dilibatkan,” kata Satijan saat di temui di kantor kelurahan setempat pada, Minggu (28/1/2024) malam.

Anggota Linmas yang bertugas sejak tahun 2005 ini pun merasa kecewa atas perlakukan yang di terimanya. Padahal, kata dia, selama ini ia aktif dalam setiap kegiatan yang ada. Bahkan, di tahun-tahun sebelumnya, ia bersama rekan-rekan Linmas lainnya selalu terlibat dalam pelaksanaan Pemilu.

“Selama Pemilu kami selalu terlibat namun baru tahun ini kami tidak di amanahkan untuk menjadi panitia di TPS. Dan tidak ada kejelasan kenapa kami tidak masuk dalam panitia pengaman TPS. Andai terbentur usia dan ijasah saya rasa itu tidak ada masalah, karena tugas kami hanya pengamanan di luar TPS,” tuturnya.

Apalagi, lanjut pria paruh baya ini, sebelumnya ia sudah mengikuti pelatihan dan pembekalan bagi Linmas untuk pengamanan dalam Pemilu di Gedung Sesat Agung dan Nuwo Balak, Gunungsugih beberapa waktu lalu.

“Padahal saya mengikuti pelatihan itu karena Danton dan wakil Danton saya tidak bisa berangkat karena sakit. Nah, prinsip saya untuk menjaga nama baik Danton maka saya berangkat. Akan tetapi saya kecewa kenapa saya tidak dilibatkan. Saya bukan karena semata-mata uang Rp.700 ribu itu, akan tetapi caranya,” ungkapnya.

Satijan yang bertempat tinggal di Lingkungan II, rt 06 rw 03 ini pun berharap nantinya bisa menjadi bagian pada pelaksanaan Pemilu 14 Januari 2024 mendatang. Sebab, ia menduga, banyak Linmas-Linmas dadakan yang di pasang oleh oknum-oknum menjelang Pemilu.

“Untuk saat ini, banyak sekali yang ingin jadi Linmas karena bisa memanfaatkan momen dalam Pemilu. Coba nanti setelah Pemilu, saya yakin sulit untuk mencari orang yang mau jadi Linmas. Oleh karena itu, kami sebagai Linmas yang sah yang dan sudah bertugas puluhan tahun berharap agar dapat dilibatkan. Dan jika ada masalah harus saling terbuka. Jadi, kami tidak perlu bertanya-tanya. Ada apa dan kenapa kami tidak di masukan dalam petugas KPPS untuk hal pengamanan TPS,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam perekrutan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS) berjumlah 9 orang. Dimana 2 diantaranya yang di prioritaskan adalah anggota Linmas aktif yang berperan sebagai pengaman di luar lingkup TPS.(red/rid).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *