Radarlamteng.com, BANDARJAYA – Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) OSS dan LPMK yang diikuti 250 orang aparatur Kabupaten, Kecamatan dan Kampung di Ballroom BBC Hotel Lampung Bandarjaya pada Kamis (27/7/2023).
Dalam kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan MoU antara Branch Manager PT TASPEN dengan Bupati Lamteng Hi.Musa Ahmad berkaitan Layanan pada Mal Pelayanan Publik Lamteng.
Hal ini akan menambah layanan pada MPP Lamteng yang saat ini terdapat 28 instansi dan 162 jenis pelayanan.
Bimtek bagi fasilitator perizinan tingkat kecamatan, kampung dan kelurahan dalam rangka mendekatkan masyarakat mendapatkan layanan perizinan berusaha.
Pelaksanaan Percepatan Berusaha (PPB) dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten Lamteng hasil penilaian BKPM/Kementerian Investasi saat ini peringkat 16 Nasional dari 415 Kabupaten se Indonesia dengan nilai 93,29 atau Sangat Baik.
Adapun realisasi Investasi untuk Triwulan 1 Tahun 2023 mencapai lebih dari 770 Milyar Rupiah. Terdapat 5 kecamatan sebagai pengurusan NIB terbanyak yaitu, Terbanggi Besar, Kalirejo, Gunungsugih, Punggur dan Bangunrejo.
Plt. Kadis PMPTSP Lampung Tengah Imam Fatkuroji, S.STP.,M.IP menyampaikan bahwa fasilitator perizinan kecamatan dan kampung akan mendapatkan materi tentang Perizinan OSS-RBA, Sertifikasi Halal, P-IRT, Persetujuan Bangunan Gedung dan lainnya.
“Kegiatan ini berlangsung atas kolaborasi DPMPTSP Lampung Tengah dengan BPJS Ketenagakerjaan Lamteng,” terangnya.
Bupati Lampung Tengah H. Musa Ahmad, S.Sos., MM memberikan apresiasi pada kegiatan bimtek fasilitator perizinan. Harapannya kegiatan ini akan mempertajam pelayanan Bunga Kampung yang saat ini sudah berjalan baik. Selain itu para Fasilitator Perizinan harus menjadi agen perubahan pelayanan publik di kampung dan kecamatan masing-masing.
“Masyarakat di Lamteng untuk proses pengurusan izin cukup di wilayah dan tidak perlu ke kabupaten, sehingga masyarakat cukup mengurusnya di kecamatan atau kampung,” papar orang nomer satu di Beguwai Jejamo Wawai ini. (rls/sci/rid)
