Radarlamteng.com, TERBANGGIBESAR – Guna Penguatan dan Persiapan Akreditasi Sekolah dan Madrasah di Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), Dewan Pendidikan Lamteng dan Badan Akreditasi Nasional (BAN) melakukan workshop secara daring di SMAN 1 Terbanggibesar bersama 340 Kepala sekolah dan Komite Sekolah selampung Tengah, pada Kamis (15/6/2023).
Ketua Dewan Pendidikan Lamteng Ir.Hi Mahfud Santoso,M.M mengutarakan workshop ini ditujukan untuk meningkatkan mutu pendidikan dari mutu guru yang berkualitas, selain meningkatkan peran Komite Sekolah sekaligus bimbingan Diklat akreditasi sekolah dan madrasah.
“Berdasarkan data dari Dapodik di Provinsi Lampung tercatat 15,9 ribu anak mengalami putus sekolah dan yang tertinggi di Lampung Tengah. Adanya faktor biaya, meskipun sudah ada program wajib belajar (wajar) 9 tahun tetap tidak mencukupi untuk beli seragam sekolah dan keperluan sekolah lainnya.
Siswa di Lamteng, tambah ia banyak yang mengalami putus sekolah justru siswa yang berprestasi dengan mendapat peringkat tertinggi siswa yang putus sekolah adalah dari Lamteng dibandingkan dari kabupaten lainnya di Provinsi Lampung.
Bagaimana solusi terbaiknya, maka langkah cepat yang harus dilakukan adalah perhatian dan action nyata dari bantuan pemerintah juga pengusaha dan para dermawan yang peduli dengan pendidikan,” urai Mahfud.
Drs.Hi Sarjito Selaku Sekertaris Dewan Pendidikan Lamteng mengungkapkan sejak 5 tahun terakhir penguatan komite sekolah seperti tidak lagi berjalan. Dan ini perlu untuk kembali menggerakkan tupoksi Komite Sekolah.
“Banyak masyarakat yang tidak tahu pentingnya aplikasi sekolah dan madrasah untuk selanjutnya hasilnya bisa mendapat rekomendasi dari BAN guna peningkatan mutu dan penjamin pendidikan,” jelas Sarjito.
Sementara itu dari Badan Akreditasi Nasional Prof.Karwono saat dikonfirmasi menerangkan hasil monitoring penilaian akreditasi sekolah yang ada di Lamteng sekitar 79% lembaga pendidikan selama 5 tahun kebelakang kondisinya hanya stagenan artinya tidak ada perkembangan yang signifikan.
“Kondisi sekolah seperti ini sumbernya dari hasil siswa yang lulus dengan implementasi dimasyarakat. Selain itu, faktor peningkatan kwalitas mutu guru.
Karwono menambahkan kondisi ini sangat memprihatinkan. Bagaimana dengan peningkatan yang akan dilakukan pada 5 tahun kedepan.
Untuk mendapatkan solusi terbaik, sepertinya penting untuk duduk bersama antara stakeholder yang terkait didalamnya baik dari unsur lembaga pendidikan serta pemangku kepentingan agar kedepan hasil yang diharapkan untuk terwujudnya mutu pendidikan yang maju dan berkualitas akan tercapai,” pesannya.(sci/rid)
