Jalan Provinsi di Seputih Mataram Kian Parah

Radarlamteng.com, SEPUTIHMATARAM – Aktivitas warga Kampung Pajar Mataram Kecamatan Seputih Mataram, Lampung Tengah serta pengguna jalan sedikit terhambat. Soalnya, ada beberapa titik mengalami jalan rusak dan berlubang diameternya mencapai 15 hingga 20 centimeter lebih.

Hal itu dikatakan Triono, warga Kampung Pajar Mataram, Rabu (19/4/2023), yang mengeluhkan kondisi jalan provinsi tersebut. Apalagi jalan rusak tersebut tepat didepan rumahnya.

”Gimana gak mengeluh mas, saat melihat kondisi jalan ini kian lama kian rusak parah. Akibatnya, jalan berlubang bertambah lebar hingga kebahu jalan dan dalamnya mencapai sekitar 20 centimeter. Apalagi ditambah musim penghujan saat ini, lubangnya seperti kubangan. Bahkan, dijalan-jalan rusak tersebut sering kali terjadi kecelakaan di sebabkan berebut jalan yang bagus,” paparnya.

Masih diungkapkannya, meminta dinas pekerjaan umum Provinsi Lampung agar secepatnya jalan ini di perbaiki. Sebab, jalan provinsi ini termasuk jalan utama yang menghubungkan ke Kecamatan Bandarmataram. Kerusakan ini sangat menghambat perjalanan kendaraan yang hendak beraktivitas serta jalan ini dapat membahayakan keselamatan pengemudi.

Senada dikatakan Marno, salah satu sopir truk fuso yang melintas dijalan rusak tersebut, mengharapkan jalan yang rusak ini agar cepat di perbaiki. Karena, jalan provinsi ini kondisinya sangat memprihatinkan dan saya meminta instansi terkait secepatnya memperbaiki jalur yang rusak ini.

”Jalan provinsi di sepanjang jalan di wilayah kampung ini mengalami kerusakan yang cukup parah, yakni dari Kampung Pajar Mataram, depan Pasar Seputih Mataram, Qurnia Mataram dan di wilayah Kampung Wirata Agung, Bumisetia, serta di wilayah Kampung Banjaragung,” ucapnya.

Data yang berhasil dihimpun tampak ruas jalan ada beberapa titik yang banyak berlubang sampai kedalaman 20 centimeter lebih hingga ada yang mencapai 25 centimeter. ”Kerusakan ini juga hingga pinggir jalan. Selain itu, setiap kendaraan yang melintasi jalur ini harus ekstra hati-hati karena jika tidak hati-hati kendaraan bisa-bisa keplater bahkan bisa terguling,” tandasnya. (bil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *