Bupati Lamteng Musa Ahmad, Launching 6 BUMDes Bersama, Transformasi UPK eks PNPM Mandiri Pedesaan

Radarlamteng.com, ANAK RATU AJI – Prestasi membanggakan, patut disematkan untuk Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng). Terutama untuk pelaksanaan program Bumdes Bersama, transformasi UPK eks PNPM Mandiri Pedesaan.

Pasalnya, Kabupaten Lamteng, menjadi yang pertama di luar Pulau Jawa, pada pelaksanaan program tersebut, setelah Jawa Timur.

Adapun 6 kecamatan yang di launching kemarin oleh Bupati Lamteng Musa Ahmad yakni Kecamatan Anak Ratu Aji, Terusan Nunyai, Kalirejo, Terbanggi Besar, Seputih Raman dan Bandar Surabaya.

Transformasi 6 UPK menjadi BUMDesa ini, dihadiri Staf Khusus Menteri Desa Dr. Nasrun Annahar, M.AP dan Kadis PMDT Provinsi Lampung Dr. Zaidirina,M.Si. yang pelaksanaannya pada Selasa 29 Maret 2022.

Peresmian ini oleh Staf Khusus Menteri Desa, disampaikan sebagai yang pertama di luar Pulau Jawa.

“Pertama kali yang melakukan program ini adalah Jawa Timur dan yang kedua adalah Lampung, dalam hal ini di Kabupaten Lampung Tengah. Transformasi ini adalah amanat Permendesa no. 15 Tahun 2011, tentang Tata Cara Pembentukan Pengelola Kegiatan dana Bergulir Masyarakat eks PNPM Mandiri Pedesaan menjadi BuMDes Bersama. Yang jelas, Peresmian ini menjadi yang tercepat pertama di luar Pulau Jawa,” kata Dr. Nasrun.

Staf Khusus Menteri Desa menyampaikan, apresiasi dan selamat kepada Bupati Lamteng Musa Ahmad, yang telah memfasilitasi transformasi UPK Eks PNPM Mandiri Pedesaan menjadi BUMdes Bersama.

“Kami dari Kementerian Desa, mengapresiasi atas proses transformasi yang telah dilakukan oleh 6 UPK ini,” tegasnya.

Sementara, Bupati Lamteng Musa Ahmad yang dalam hal ini diwakili oleh Asisten Bidang Administrasi dan Umum Pemerintah Kabupaten Lamteng Drs. Eko Dian Susanto,M.IP dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung, Kabupaten Lamteng, Fathul Arifin,S.IP,MM menyampaikan rasa terimakasih atas kepercayaan dari Kementerian Desa dan tidak mengangka bahwa proses transformasi ini, menjadi yg tercepat di luar Pulau Jawa yaitu Jawa Timur.

“Kabupaten Lampung Tengah, tetap membutuhkan bimbingan dari Kementerian Desa dan Dinas PMDT Provinsi Lampung, sehingga program ini dapat berjalan dengan baik kedepannya,” harapnya. (adv/gde)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *