Radarlamteng.com, BUMINABUNG – Harga singkong di wilayah timur Lampung Tengah terus melejit.
Sudah hampir sepekan terakhir, harga salah satu komoditi andalan Lamteng itu menembus angka Rp1.500 per/Kg.
Seperti yang dikatakan beberapa petani di Kecamatan Buminabung. Tingginya harga singkong yang saat ini terjadi disebabkan sejumlah faktor.
Namun yang paling berpengaruh karena musim penghujan yang menyebabkan terjadinya peralihan jenis tanaman.
“Kalau musim penghujan seperti ini hampir 30 an persen lahan yang biasa ditanami singkong, berganti jenis tanaman. Seperti padi dan jagung,” kata seorang petani Margono, Rabu (2/2/2022).
Selain memanfaatkan musim penghujan, tujuan petani beralih ke tanaman lain karena ingin mengembalikan kesuburan tanah.
“Kalau tanam singkong terus menerus, kesuburan tanah akan berkurang. Karena itu ketika musim hujan banyak petani beralih menanam jagung atau padi,” katanya.
Hal itu berdampak pada kurangnya stok singkong. Sesuai hukum ekonomi, ketika barang terbatas akan ada kenaikan harga. Selain itu, banyak singkong yang memasuki masa pemupukan.
“Jadi singkong tua yang siap panen tidak banyak. Rata-rata masih muda,” timpal Julianto, petani lainnya.
Faktor lain terkereknya harga ubi kayu adalah sarana pertanian. Di mana, masih banyak jalan jalur pertanian yang tidak bisa dilewati truk pengangkut hasil panen.
“Kalau musim hujan kayak gini, jalan menuju peladangan banyak yang tidak bisa dilewati. Karena kebanyakan masih jalan tanah sehingga menunda panen,” pungkasnya. (rid)
