Radarlamteng.com, TRIMURJO – Pasca musibah puting beliung yang terjadi beberapa waktu lalu, Camat Trimurjo Suparyono. S. I. P, M.M, bersama Kepala Kampung (Kakam) Depok Rejo Sukidi dan warga serta korban melakukan gotong royong bersama.
Camat Trimurjo Suparyono mengungkapkan, Selain melakukan gotong royong pembenahan rumah korban pihaknya juga melakukan pendataan terhadap korban musibah tersebut.
“Tindakan kita sementara melakukan gotong royong bersama sekaligus mendata korban, ternyata bukan hanya 14 rumah korban namun mencapai 27 rumah dan 1 gedung pendidikan yaitu SDN 3 Kampung Depokrejo,” kata Supar kepada radarlamteng.com Senin (10/1/2022).
Saat di konfirmasi terkait bantuan bagi warga terdampak musibah puting beliung, Supar menjelaskan, bahwa pihaknya akan segera memberikan bantuan berupa sembako serta menyerahkan laporan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamteng terkait estimasi kerugian yang di alami korban puting beliung.
“Ya, terkait bantuan insya allah hari ini baru akan kita salurkan, karena kemarin kita belum sempat dan juga masih mendata secara real, alhamdulillah untuk total korban dan kerugian korban sudah terdata secara ril, dan hari ini kita juga akan menghadap pak Sekda untuk menyerahkan data korban dan estimasi korugian korban yang mencapai sekitar Rp. 70 juta rupiah,” ujar mantan Lurah Tejo Agung, Kota Metro ini.
Sementara, Kakam Depokrejo Sukidi mengatakan, bahwa pihaknya akan segera menyalurkan bantuan berupa paket sembako bagi warga terdampak puting beliung. Dimana menurut Sukidi, penyaluran terhambat disebabkan jumlah korban yang belum diketahui jumlahnya.
Setelah di data ulang, lanjut Sukidi, terdapat 27 rumah warga dan 1fasilitas umum yaitu gedung pendidikan, sehingga total korban mencapai 28, dimana dalam musibah tersebut tidak terdapat korban yang mengalami kerusakan parah namun hanya keruskan ringan dan sedang.
“Terkait bantuan sembako belum kita realisasikan hari ini tapi sudah kita persiapkan dari kamarin, mungkin setelah kita kembali dari Pemda maka akan segera kita salurkan bantuan bagi warga, kemudian terkait kerusakan rumah korban tidak ada yang mengalami kerusakan parah, namun untuk nilai kerugian bervariasi mulai dari Rp. 1,7 juta sampai Rp. 2,7 juta dan itu yang akan kita ajukan ke Pemerintah Kabupaten,” pungkas Sukidi. (cw29/rid)
