Ditemukan Kasus DBD, Puskesmas Bandaragung Ajak Warga Terapkan 3M

Radarlamteng.com, TERUSANNUNYAI – Untuk mengantisipasi penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD), Kapala Puskesmas Bandaragung Yunus menghimbau warga untuk hidup sehat dengan melaksanakan 3M yaitu Menguras, Menutup dan Mengubur tempat-tempat yang bisa menampung air.

Himbauan tersebut diberikan oleh Yunus, lantaran menyusul adanya salah satu warga Bandaragung yang terserang DBD, walaupun kondisi warga tersebut kini sudah membaik. Bahkan, Yunus juga sudah memerintahkan setiap kampung untuk membentuk tim pemeriksaan jentik nyamuk secara berkala.

“Untuk di Kecamatan Terusannunyai, baru satu warga yang terserang DBD, dan alhamdulillah setelah dilakukan perawatan di Puskesmas kami, kini kondisi warga tersebut sudah sembuh dan sudah pulang kerumahnya. Dan kamipun juga sudah perintahkan setiap kampung yang ada di Kecamatan Terusannunyai, untuk membentuk tim pemeriksaan jentik secara berkala dan kemudian melapor ke pihak kami apabila ditemukan jentik-jentik nyamuk tersebut guna dilakukan penindakan,” terang Yunus.

Selain itu, Yunus juga menerangkan dimana saja perkembangbiakan dari nyamuk Aedes aegypti yang menyebabkan virus DBD.

“Nyamuk Aedes aegypti ini disebut juga sebagai nyamuk Priayi, karena nyamuk tersebut tidak bisa berkembang biak di air yang langsung bersentuhan dengan tanah. Biasanya di berkembang biak digenangan air yang tenang seperti genangan patok warga yang terbuat dari bambu, genangan air di dalam ban bekas, atau pecahan-pecahan piring atau gelas yang biasa warga letakkan di belakangan rumah,” beber Yunus.

Untuk itu, Yunus mengajak warga untuk untuk menutup patok bambu dengan tanah atau pasir, membakar ban bekas, dan menimbun pecahan barang-barang rumah tangga yang dapat menyebabkan genangan air.

“Untuk semua warga yang patok depan rumahnya masih menggunakan bambu, segera tutup lubang bagian atas patok tersebut dengan tanah atau air. Membakar ban bekas yang sudah tidak berguna lagi, dan mengubur pecahan alat rumah tangga yang dapat menyebabkan genangan air. Mudah-mudahan, dengan cara begitu kita semua bakal terhindar dari virus DBD,” tutup Yunus. (red/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *