Apa Sih Smart Village dan e-Samdes di Lampung Tengah, Ini Ulasannya

Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH – Seiring perkembangan teknologi berimplikasi pada semua aspek. Salah satunya terhadap pelayanan publik dari konvensional menjadi  pelayanan berbasis teknologi digital yang terintegrasi dengan konsep Smart Village.

Kabupaten Lampung Tengah merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Lampung yang telah mengimplementasikan konsep Smart Village.

Seperti apa konsep Smart Village di Lampung Tengah ? berikut ulasannya oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK) Lampung Tengah Fathul Arifin, S.IP., M.M. kepada Radarlamteng.com, Rabu (5/1/2022).

Fathul menjelaskan, Smart Village merupakan program kampung atau desa cerdas berbasis digital yang memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat. Pelayanan dapat dilakukan secara elektronik dan  menyajikan data terpadu lengkap yang ada di kampung. 

“Jadi, misalkan kita mau tahu jumlah penduduk kampung tinggal klik saja termasuk data warga pemilik kendaraan bermotor, warga miskin sampai penerima bansos bisa diakses,” kata Fathul.

Disamping itu, pelayanan surat menyurat di kampung bisa dilakukan via internet dan pemohon tinggal mengambil berkas surat yang telah ditandatangani kepala kampung.

Di Lampung Tengah tercatat ada 31 kampung locus bantuan dari Pemerintah Provinsi Lampung. Selain itu, ada 51 kampung lainnya secara mandiri yang menganggarkan dana  untuk mengadopsi Smart Village, contohnya Kampung Bandaragung.

Melalui Smart Village yang merupakan kampung atau desa cerdas program Kementerian Desa, ia berharap pelayanan akan semakin lebih mudah dan berdampak pada pembangunan kampung yang akan semakin maju serta terwujudnya Lampung Tengah Berjaya.

Kemudian ada lagi program elektronik Samsat Desa (e-Samdes) yang juga telah berjalan di Lampung Tengah. Melalui e-Samdes warga sebagai pemilik kendaraan bermotor di kampung tidak perlu datang jauh-jauh menuju kantor Samsat untuk membayar pajak kendaraan bermotornya. Karena cukup datang di outlet e-Samdes, bayar pajak kendaraan bermotor dapat lebih mudah.

“Warga tidak lagi perlu jauh jauh datang ke kantor Samsat. Di Lampung Tengah, ada Kampung Wates telah dan Kampung Bandaragung telah membuka layanan e-Samdes untuk melayani pembayaran pajak kendaraan bermotor warga. Intinya, memudahkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar eks Camat Terbanggibesar ini.

Layanan e-Samdes, menurut Fathul, telah tersebar di banyak kampung yang telah terbentuk Badan Usaha Milik Kampung (BUMK). Jadi BUMK membuka outlet pelayanan pembayaran kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat. (jar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *