Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH – Muktamar NU ke 34 secara resmi dibuka Presiden RI Ir. Hi. Joko Widodo (Jokowi) di Pondok Pesantren (Ponpes) Darussa’adah Seputihjaya Kecamatan Gunungsugih, Lampung Tengah (Lamteng) Selasa (22/12/2021). Pada perhelatan akbar ini turut hadir Wakil Presiden RI Hi. Ma’ruf Amin beserta Istri.
Ketua Panitia Muktamar Imam Aziz menyampaikan Muktamar NU ke 34 dilaksanakan saat pandemi dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Dihadiri sekitar 1.959 peserta, dari seluruh Indonesia. Digelar dengan dukungan dana melalui gerakan koin Muktamar, juga digunakan dengan pembangunan Aula masih pondasi.
Ketua Umum PBNU Prof Hi. Said Aqil Siradj menguraikan kemandirian dalam berkhimad dalam satu abad untuk terus berperan dalam peningkatan kemaslahatan umat. “Selamat menyongsong satu abad Muktamar,” ujarnya.
Presiden Joko Widodo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada seluruh jajaran NU yang membantu menenangkan umat di masa pandemi ini. Disamping itu telah mengajak masyarakat menaati mengajak untuk ikut vaksinasi.
“Kita tahu, dipertengahan bulan Juli lalu kita berada di posisi keadaan yang menegangkan. Seluruh rumah sakit penuh, oksigen kekurangan, masyarakat terpapar Covid-19 hingga 50.000 kasus perhari. Berkat dukungan NU saat ini hanya 200 perhari. Terkait 263 juta vaksin untuk masyarakat telah 73,2% dosis satu dan 51% dosis dua sudah disuntikan,” kata Jokowi.
Presiden mengutarakan, mengarah pada pemerataan umat, bukanlah hal yang gampang untuk dilakukan. Namun kekuatan di NU sangat banyak melahirkan generasi yang cerdas dan pintar. Apabila generasi muda dari NU dapat disiapkan wadah melalui konsepsi baik barupa lahan pertanian atau bergerak pada pertambangan seperti tambang nikel, batu bara, tembaga silahkan dalam bentuk kelompok usaha besar untuk mengajak umat dalam gerbang – gerbang besar.
“Potensi-potensi di NU, sangat berpeluang melalui teknologi yang kedepannya memberi manfaat untuk kemaslahatan umat. Berkhimad pada peradaban dunia maka harus disikapi dengan lebih hati-hati,” pesan Presiden Joko Widodo.
Perhelatan akbar Muktamar Ke 34 Nahdlatul Ulama adalah event strategis yang didedikasikan untuk melakukan silaturrahim bagi warga nahdliyin sedunia, menjadi majelis silatul ilmi, alim ulama dan mejadi media silaturahmi, sekaligus
momentum silatul amal keterpaduan gerakan dalam mensolusikan berbagai problematika keagamaan, kebangsaan dan kenegaraan.
Sejarah panjang Nahdlatul Ulama dalam berkhidmat untuk membangun peradaban dunia, menjaga nilai – nilai kemanusiaan yang luhur dan kehidupan
beragama yang ramah damai dan toleran, serta dengan keberadaan jejaring jamiyah yang tersebar luas diseluruh penjuru dunia serta keberadaan jamaah yang berjumlah 102 Juta.
Nahdlatul Ulama senantiasa berkomitmen menjaga tumpah darah Indonesia dalam bingkai NKRI dan kebihinekaan serta selalu aktif dalam membangun peradaban dunia dengan tatanan yang lebih baik, manusiawi, adil, makmur, dan beradab.
Mendasar pada hal tersebut serta sebagai ikhtiar untuk mewujudkan kemaslahatan kehidupan Muktamar Ke 34 Nahdlatul Ulama mengambil tema
Satu Abad NU Kemandirian Dalam Berkhidmat Untuk Peradaban Dunia.
Muktamar ke 34 NU di Lampung di hadiri oleh peserta muktamar, dari unsur Pengurus Cabang, Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang istimewa dan tamu – tamu undangan dari unsur pemerintah, mitra dan juga
nahdliyyin warga NU.
Pembukaan dan Pemilihan Ketua Umum dan Rois Aam dilakukan di Pesantren Darussaadah. Untuk beberapa sidang komisi-komisi dan Pleno lainnya di laksanakan di beberapa tempat di Kampus UIN, Unila dan Universitas Malahayati.
Sementara penutupan
dilaksaksanakan di Kampus UIN Raden Intan.
Gegap gempita Muktamar tidak hanya disambut secara meriah oleh peserta dengan semangat menempuh perjalanan dari berbagai daerah di Indonesia, dan luar negeri yang di tempuh melalui jalur darat, laut dan udara.
Demikian halnya juga keterlibatan warga yang turut menyemarakkan acara Muktamar. Dengan riang gembira semua menyambut muktamar dan dengan niat yang suci untuk mewujudkan cita-cita “NU Mendunia – Indonesia Jaya”.
Pelaksanaan Muktamar tetap dilaksanakan dengan tetap memenuhi protokol Kesehatan dengan spirit Hifdzun nafs atau menjaga keselamatan jiwa manusia. (sci/rid)
