Radarlamteng.com, BANDARJAYA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) secara nasional melakukan proses integrasi sistem layanan dan produk sejak 1 Februari 2021 sampai 30 Oktober 2021. Untuk mendukung suksesnya proses integrasi ini, BSI telah telah melakukan training, sharing knowladge IT, dan persiapan data nasabah yang akan dilakukan migrasi.
BSI Bandarjaya, Lampung Tengah melakukan penyatuan dan integrasi sistem layanan pada 11,8 ribu nasabah. Rincian nasabah yang akan Integrasi kedalam sistem baru layanan BSI sejumlah 6, 8 ribu nasabah ex-BNI Syariah (BNIS) dan 5 ribu nasabah ex-BRI Syariah (BRIS) Bandarjaya.
Pimpinan Bank Syariah Indonesia Bandarjaya Denny Juraipanda Duostara mengutarakan secara bertahap, integrasi ini dilakukan tanggal 14 sampai 30 Juni 2021. “Penyatuan sistem layanan mencakup migrasi rekening nasabah, kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) hingga mobile banking dan internet banking, dan nasabah dapat datang langsung kekantor pelayanan Bank BSI, ” terangnya.
Terkait layanan transaksi, tambah Denny untuk nasabah ex-BNI Syariah dan ex-BRI Syariah tidak dapat melakukan transaksi perbankan jika belum melakukan migrasi ke BSI, sementara untuk nasabah Bank Mandiri Syariah masih bisa.
“Integrasi sistem layanan ini merupakan bagian dari proses merger operasional dan diharapkan bisa mendukung layanan BSI bisa berjalan lebih optimal, sehingga hadirnya BSI dapat meningkatkan pangsa pasar keuangan syariah kepada seluruh nasabah dan masyarakat yang mencakup area Bandarjaya,” harap Denny.
Sementara itu Pimpinan Bank BSI Proklamator 1 yang merupakan ex-BNI Syariah Bandarjaya M Awaluddin diwakili Arry Leonardo Irawan saat ditemui diruang kerjanya Rabu (16/6/2021) menjelaskan akan terus berupaya dapat mencapai target 6, 8 ribu nasabahnya dapat melakukan migrasi. Upaya yang ditempuh dalam migrasi, nasabah bank asal secara bertahap dihubungi dengan direct massage ke nasabah, media informasi media sosial hingga email untuk melakukan migrasi rekening ke Bank Syariah Indonesia.
“Kami menghimbau kepada seluruh nasabah ex-BNI Syariah dapat datang langsung kekantor BSI dan melakukan migrasi tabungannya, nasabah tidak perlu khawatir karena dengan adanya migrasi ke BSI ini akan memberikan kemudahan yang lebih baik, seperti biaya transaksi di ATM yang gratis sesama BSI,” paparnya.
Pimpinan BSI Proklamator 2 atau sebelumnya BRI Syariah Bandarjaya Cut Rizki Mutia Sari menambahkan, selama proses penyatuan integrasi sistem layanan memastikan nasabah tetap dapat melakukan aktivitas dan transaksi keuangan secara biasa.
“Nasabah tidak bisa melakukan transaksi perbankan sebelum melakukan migrasi terlebih dahulu,contoh tidak bisa penarikan di ATM apabila masih menggunakan ATM BRISyariah,harus ditukar dengan ATM BSI terlebih dahulu, jadi setelah migrasi ini nasabah ex-BRIS,ex-BNIS dan BSM bisa bertransaksi diseluruh kantor BSI,” paparnya.
Proses integrasi lanjutnya, memberikan kemudahan dan mengedepankan kenyamanan dan keamanan data nasabah. “Seperti nasabah BRIS yang ada didaerah Liwa sebelumnya tidak ada kantor bank BRIS di Liwa sekarang bisa datang langsung ke kantor BSI Liwa untuk melakukan migrasi,” ujarnya.
Cara Migrasi kata ia, sangat mudah. Nasabah hanya cukup datang kekantor bank BSI dan membawa KTP asli dan buku tabungan serta ATM. Lalu akan dibantu pegawai untuk melakukan proses migrasi yang sebelumnya nasabah harus menjalankan protokol kesehatan dengan melakukan cek suhu, lalu mencuci tangan dan wajib memakai masker dan duduk dengan menjaga jarak.
Salah satu nasabah BNIS dari Bandarjaya Timur Chaerudin (55 tahun) mengaku awalnya sempat terkejut ketika Kartu ATM BNI Syariah miliknya tidak dapat dipergunakan untuk menarik uang tunai. Namun setelah mendapat informasi dirinya langsung datang ke kantor BSI Bandarjaya dan meminta informasi lebih jelas.
“Saya langsung melakukan migrasi tabungan dan ATM setelah tahu adanya migrasi ini, dan ternyata prosesnya juga tidak sulit dan lebih mudah,” ungkapnya. (Adv/sci/rid)

