Dear Warga Putrarumbia, Waspada Serangan DBD di Musim Hujan

Radarlamteng.com, PUTRARUMBIA – Musim hujan telah berlangsung satu bulan lebih. Kepada masyarakat Kecamatan Putrarumbia, Lampung Tengah (Lamteng) diimbau waspada terhadap serangan penyakit yang kerap mengintai di musim seperti ini.

Salah satunya penyakit yang rawan menjangkiti adalah Demam Berdarah Dengue (DBD). Ini dikatakan Kepala Puskesmas Bina Karya Utama Kecamatan Putrarumbia, Wayan Bagio, S.Kep. MM.,

Dikatakan dia, selain waspada Covid-19, masyarakat juga harus waspada DBD. “Di masa pandemi Covid-19 ini masyarakat kita imbau untuk waspada terhadap penularan Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan. Namun jangan lupa masyarakat juga harus waspada dengan DBD karena ini sudah masuk musim penghujan yang sangat mendukung berkembangnya nyamuk penyebab DBD,” kata Wayan Bagio, Minggu (17/1/2021).

Meski sejak awal musim hujan datang, kata dia, belum ditemukan kasus DBD di wilayah kerja Puskesmas Bina Karya Utama. “Kalau bisa jangan sampai terjadi. Karena itu kita harus waspada dan selalu melakukan pencegahan,” katanya.

Pencegahan yang bisa dilakukan, yakni meningkatkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan melakukan gerakan 3 M plus yang sampai saat ini terbukti paling efektif dan efesien.

“Pencegahan DBD yang paling efektif dan efisien sampai saat ini adalah kegiatan PSN dengan cara 3M Plus. Penjabarannya, yakni menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain,” katanya.

Kemudian menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya. Lalu memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD.
 
“Dan yang dimaksud dengan plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan seperti menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan; menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk; menggunakan kelambu saat tidur; memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk; menanam tanaman pengusir nyamuk; mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah; dan menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain,” jelasnya.

Masih dikatakan dia, mencegah adalah langkah yang lebih baik daripada mengobati. “Apalagi DBD ini merupakan penyakit yang tergolong berbahaya jika tidak tertangani dengan baik. Dalam beberapa siklus angka kematiannya bisa tinggi, dan bahkan dapat menimbulkan kejadian luar biasa (KLB),” pungkasnya. (rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *