Radarlamteng.com, GUNUNGSUGIH – Team Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Presisi Polsek Gunungsugih, Polres Lampung Tengah (Lamteng) Polda Lampung berhasil menangkap seorang karyawan PTPN 7 Bekri yang nekat menganiaya atasan (mandor), Kamis (14/9/2023).
Pelaku PO (55) yang merupakan warga Kampung Kusuma Dadi, Kecamatan Bekri, Lamteng itu tak berkutik saat jajaran Tekab 308 Presisi Polsek Gunungsugih datang menjemputnya.
Peristiwa itu terjadi karena pelaku merasa sakit hati dan tak terima lantaran pelaku dipindah tugaskan oleh korban (atasan) ke tempat lain.
“Motif pelaku melakukan penganiyaan tersebut karena merasa sakit Hati terhadap korban lantaran pelaku tiba tiba di pindah tugaskan ke tempat kerja PTPN 7 yang lain tanpa sepengetahuan pelaku,” ungkap Kapolsek Gunungsugih AKP Wawan Budiharto mewakili Kapolres Lamteng AKBP Andik Purnomo Sigit.
Sebelumya, pelaku PO melakukan aksinya dengan cara pada saat korban berada di jalan lintas PTPN 7 Bekri, tiba-tiba pelaku memepet korban dengan mengendarai sepeda motor dan berhenti didepan kendaraan korban.
Disaat korban berhenti, sambung Kapolsek, kemudian pelaku langsung menodongkan yang diduga Senjata Api (Senpi) ke muka korban, namun sempat di tepis oleh korban hingga Senpi terjatuh. Lalu, pelaku mengambil sebilah Senjata Tajam (Sajam) jenis Garpu dan langsung menusuk korban.
“Ketika pelaku menusukkan sajamnya korban mengelak, sehingga mengenai tangan sebelah kiri korban,” sambungnya.
Atas kejadian penganiayaan tersebut korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Demang Sepulau Raya (RSDSR) Gunungsugih. Selanjutnya Korban SI melapor ke Polsek Gunungsugih dengan Laporan Polisi Nomor : LP/B/51/IX/2023/SPKT/POLSEK GUNSU/POLRES LAMPUNG TENGAH/POLDA LAMPUNG, Tanggal 10 September 2023.
“Setelah menerima laporan dan melakukan penyelidikan, kemudian kami mendapatkan petunjuk dan langsung kami lakukan penangkapan terhadap pelaku,” tambahnya.
Saat ini, pelaku berikut barang bukti telah diamankan di Mapolsek Gunungsugih guna penyidikan lebih lanjut.
“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, pelaku PO kami jerat dengan Pasal 351 KUHPidana dengan ancaman hukuman kurungan maksimal 5 tahun penjara,” tukasnya.(cw29/rid).