Merakyat, Nessy Mustafa Makan Singkong Bersama Warga saat Ronda di Seputihmataram

Radarlamteng.com, SEPUTIHMATARAM – Nessy Mustafa terus bergerak untuk mengembalikan semangat ronda di Kabupaten Lampung Tengah. Setelah melaksanakan Ronda di Kecamatan Pubian dan Selagailingga, bakal calon Bipati Lamteng itu melanjutkan kegiatan rondanya di Kecamatan Seputihmataram, Sabtu (27/06/2020) dini hari.

Satu demi satu pos ronda di sambanginya. Mulai dari Kampung Variaagung, Fajarmataram, Rejosari Mataram, Utamajaya dan Trimulyo Mataram. Ini salah satu bentuk komitmenya untuk mewujudkan Lampung Tengah yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

Nessy Mustafa terus menggelorakan semangat ronda, mengajak masyarakat untuk kembali aktivkan ronda di setiap kampung. Sari (27) warga Kampung Utamajaya berujar bahwa Nessy Mustafa merupakan calon bupati yang merakyat. Ia sangat dekat dan akrab sekali dengan masyarakat, terlebih saat sedang menyantap singkong bakar di pos ronda Kampung Utamajaya.

Tak hanya itu, dalam setiap aktivitas rondanya, Nessy juga selalu menyempatkan diri untuk menampung keluhan masyarakat. Salah satunya, Wati (27) warga Kampung Rejosarimataram yang menginginkan Nessy menjadi Bupati Lampung Tengah, supaya kampungnya lebih aman dengan diaktifkannya ronda malam, lalu infrastruktur yang baik dan dapat memperhatikan kader posyandu.

Selain itu, juga ada Kiki (30) yang mengeluhkan anjloknya harga komoditi saat musim panen, terutama singkong dan jagung. Ia berharap besar pada Nessy, ketika nantinya dapat terpilih menjadi Bupati bisa memperjuangan kesejahteraan petani.

Dalam kesempatan ini, Nessy mengatakan bahwa ia akan melanjutkan semua mantan Bupati Lamteng Mustafa, salah satunya ronda, untuk mewujudkan Lampung Tengah aman dan nyaman. Terkait kurang diperhatikannya kader posyandu, ini akan menjadi prioritasnya saat terpilih menjadi bupati.

“Ronda ini bukan sekedar ronda, bukan hanya supaya tidak ada maling dan begal. Saya juga menyerap keluhan masyarakat. Mengenai perihal perhatian pada kader posyandu, jika saya diberi amanah mimpin Lamteng. Itu menjadi bagian yang akan saya lakukan (memprioritas) kader posyandu,” tegas Nessy.

Perihal, anjloknya harga komoditi yang melanda petani saat musim panen tiba, dia akan melanjutkan keberhasilan Mustafa dalam menangani anjloknya harga singkong, dimana pada saat itu, harga singkong di Lamteng mencapai Rp 400 rupiah, dengan penanganan yang dilakukan, Mustafa mengupayakan harga singkong naik menjadi Rp 700 rupiah.

“Jika Allah mengijabah, saya akan melaksanakan pola penanganan yang dilakukan bapak Mustafa saat harga singkong di Lamteng anjlok, dan berhasil untuk memperjuangkan petani singkong. Saya faham sekali, kala itu petani singkong naik truk ke rumah dinas mengeluh soal harga yang anjlok. Bahkan ada yang di bawa oleh bapak menghadap menteri perdagangan, dan beliau berhasil melakukannya. Jika saya diamankan, saya akan melanjutkan program beliau, ” tuturnya, seraya di iringi ucapan Amin, oleh masyarakat Seputihmataram. (cw26/rid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *